FEB UI Bersama Top-BOSS dan ICETECH Gelar MBS ECase Competition Indonesia 2022

0

FEB UI Bersama Top-BOSS dan ICETECH Gelar MBS E Case Competition Indonesia 2022

 

Rifdah Khalisha – Humas FEB UI

DEPOK- (19/3/2022) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bekerja sama dengan Top-BOSS International Corp dan ICETECH menggelar kompetisi bisnis strategi “MBS ECase Competition Indonesia 2022” pada Sabtu (19/3). Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa tingkat sarjana dari seluruh universitas di Indonesia.

Setelah pengumuman tim terpilih, para peserta harus menghadiri workshop pada 5 dan 12 Maret 2022. Lalu, kompetisi berlangsung pada 19 Maret 2022. Selama kompetisinya, peserta menggunakan MBS (Macro Business Simulation) sebagai platform berbasis cloud yang menyediakan lingkungan ekonomi makro dan mikro dalam simulasi manajemen bisnis dengan laporan keuangan komprehensif.

Pada pembukaan puncak acara, Dekan FEB UI Teguh Dartanto, Ph.D. menuturkan opening remarks, “FEB UI sebagai salah satu sekolah bisnis terkemuka di Indonesia selalu mendorong sivitas akademikanya, termasuk mahasiswa, untuk meningkatkan kontribusi di bidang ekonomi dan bisnis. Kami berharap, kontribusi ini menciptakan inovasi berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi terutama dalam situasi saat ini, baik perubahan tatanan dunia karena disrupsi teknologi digital maupun pandemi COVID-19.”

“Harapannya, peserta yang mengikuti MBS ECase Competition memiliki pengalaman belajar praktis dalam menjalankan dan mengelola bisnis virtual di lingkungan yang dinamis. Selain itu, mereka pun bisa bertindak sebagai manajemen untuk membuat keputusan strategis sehari-hari terkait eksekusi strategi bisnis pada perusahaan di pasar yang kompetitif,” ujarnya.

Teguh pun berterima kasih kepada Direktorat Kemahasiswaan UI, Top-BOSS, dan ICETECH telah mendukung penyelenggaraan kompetisi. Ia mengatakan, “Meskipun kompetisi berlangsung secara virtual, semoga tetap memberikan berbagai wawasan di bidang bisnis dan manajemen dan bermanfaat pula bagi seluruh peserta. Selamat, hari ini kalian memiliki pengalaman yang luar biasa. Pertahankan semangat saat bertanding!”

Kompetisi terbagi dalam 2 ronde utama. Pada Preliminary Round (60%), setiap tim peserta menganalisis informasi suatu perusahaan dan situasi persaingan usaha dengan kompetitor dalam platform MBS. Lalu, mereka harus menentukan strategi bisnis sebagai solusi atas tantangan permasalahan pada perusahaan tersebut berdasarkan nilai Net Present Value/NPV (50%), Return on Equity/ROE (10%), Return on Assets/ROA (10%), Market Share (10%), hingga Equipment & Maintenance Expenses (20%).

Memasuki Final Round (40%), 10 tim teratas yang terpilih lolos ronde pertama mulai memaparkan presentasi tentang strategi bisnisnya selama 5 menit ke hadapan para juri yang berasal dari nasional maupun internasional, di antaranya Dr. Yasmine Nasution (Dosen FEB UI), Mr.  Kwok Wing Ching (Top-Boss Hong Kong), Mr. Michael Chan (ICETECH Hong Kong), dan Isni Maisyarah Dalimunthe (CFO Asia Trading, The Kraft Heinz Company). Mereka pun berkesempatan mengikuti Hong Kong Competition pada 2023 mendatang.

Tim 35 Serigala sebagai delegasi dari FEB UI turut berpartisipasi dalam kompetisi. Tim dengan CEO Donny Falah ini berhasil masuk dalam daftar 10 tim terpilih. Tentu bukan perkara mudah, mereka telah berhasil menampilkan kinerja terbaik dan bersaing dengan tim dari universitas ternama lain. Dengan begitu, kemampuan strategi bisnisnya layak diakui.

Para juri dalam keputusan akhirnya mengumumkan bahwa Tim Avenger (Institut Teknologi Bandung) meraih juara 1, Tim Competiverse (Universitas Prasetiya Mulya) sebagai juara 2, dan Tim The Eagers (Universitas Gadjah Mada) sebagai juara 3.

Yasmine mengungkapkan, “Saya sangat terkesan dengan kinerja para tim yang dapat mempresentasikan strategi dengan jelas beserta alasan di baliknya. Walaupun keputusan akhir tidak hanya berdasarkan presentasi, saya harap para peserta mendapatkan pengalaman berharga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berbisnis. Saya harap, peserta tidak hanya mengetahui kelebihannya saja, tetapi memahami kelemahannya. Saya pun memberikan apresiasi sangat tinggi kepada penyelenggara atas acara yang sangat baik ini.” (mh)