LM FEB UI Lakukan Kunjungan dan Diskusi dengan IMD World Competitiveness Center di Swiss

LM FEB UI Lakukan Kunjungan dan Diskusi dengan IMD World Competitiveness Center di Swiss

 

DEPOK – (4-6/7/2022) Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI), pada 4-6 Juli 2022 melakukan kunjungan dan diskusi dengan IMD World Competitiveness Center (IMD WCY), IMD Business School, di Lausanne, Swiss.

Sebagai partner di Indonesia sejak tahun 2017 dalam penyelenggaraan IMD World Competitiveness Ranking yang dikeluarkan oleh IMD WCY, diskusi yang diselenggarakan di Conference Room N102, kampus IMD di Laussane ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara LM FEB UI dan IMD WCY, tidak terbatas pada IMD World Competitiveness Ranking. Chief Delegation pada kunjungan tersebut, Dr. Willem A. Makaliwe, Managing Director LM FEB UI pada awal diskusi menyampaikan bahwa sebagai partner di Indonesia, LM FEB UI banyak dimintai pendapat dan dari pengambil kebijakan di lintas instansi terkait World Competitiveness Ranking yang dikeluarkann IMD.

LM FEB UI melihat bahwa awareness dan concern pemerintah terkait menjadikan IMD World Competitiveness Ranking sebagai rujukan untuk mengukur daya saing nasional semakin tinggi. Oleh karena itu, LM FEB UI menilai perlu dilakukan diskusi lebih mendalam secara langsung dengan IMD WCY untuk mengonfirmasi beberapa hal terkait dengan pemeringkatan daya saing yang dikeluarkan IMD WCY.

Pada kesempatan berikutnya, Dr. Toto Pranoto, Direktur Kerjasama Universitas Indonesia yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa UI telah berkolaborasi dengan pemerintah, serta para pelaku bisnis dalam berbagai aspek dalam rangka upaya meningkatkan daya saing Indonesia. UI juga senantiasa berkontribusi memberi masukan kepada pemerintah terkait meningkatkan daya saing Indonesia. Sebagai partner IMD di Indonesia, LM FEB UI memiliki peran strategis dalam menjadi partner pemerintah dan pelaku Industri guna saling bersinergi meningkatkan daya saing di Indonesia.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Willem A. Makaliwe dan Dr. Toto Pranoto, Chief Economist IMD yang menjadi tuan rumah pada diskusi tersebut, Dr. Christos Cabolis menyatakan bahwa dalam pengalamannya berdiskusi dengan berbagai pengambil keputusan dan praktisi bisnis di berbagai negara, mereka sering menemui bahwa terkadang terdapat perbedaan perspektif antara pemerintah dan pelaku industri dalam meningkatkan daya saing suatu negara. Oleh karena itu, IMD WCY menyatakan perlu ada upaya untuk mengharmonisasi langkah pemerintah dan pelaku industri.

Dr. Christos yang juga didampingi Dr. Jose Caballero, Senior Economist IMD menyampaikan bahwa IMD WCY telah hadir selama lebih dari 30 tahun dalam meformulasikan peringkat daya saing 65 negarai di dunia. Ke-65 negara yang terlibat dalam ranking ini pada dasarnya mengajukan diri ke IMD, kemudian dievaluasi kelayakannya oleh IMD. Selama periode panjang tersebut, IMD World Competitiveness Ranking telah terbukti resilient terhadap berbagai krisis ekonomi yang terjadi di dunia. Sehingga, mereka menyampaikan pemeringkatan tahun 2022 ini dan selama pandemi Covid-19 juga telah robust terhadap situasi krisis yang terjadi.

Pada diskusi tersebut, Dr. Willem A. Makaliwe juga memberikan masukan terkait pentingnya interdependensi antar ekonomi dalam membentuk suatu daya saing secara global. Hal ini direspons positif oleh Dr. Christos Cabolis yang mengapresiasi hal tersebut. Setiap tahun, IMD melakukan penajaman indikator dimana beberapa indicator yang tidak relevan lagi, seperti number of fixed line di sebuah negara seiring dengan digitalisasi komunikasi tidak lagi dimasukkan. IMD senantiasa berupaya untuk mempertajam pengukuran IMD World Competitiveness Ranking setiap tahunnya dan peran partner di setiap negara sangat krusial dalam menjembatani kondisi yang terjadi di negara tersebut dan pemeringkatan yang dikeluarkan IMD.

Pertemuan tersebut diakhir dengan makan siang bersama dan diskusi informal. Pada kesempatan tersebut, IMD WCY menyampaikan peran partner IMD ke depan semakin penting dan sangat mengapresiasi LM FEB UI sebagai partner di Indonesia yang berdiskusi serta memberikan insights terkait kondisi daya saing di Indonesia.

Pada tahun 2022 ini, LM FEB UI atas dukungan dan diskusi dengan dengan Kementerian Investasi/BKPM  juga memberikan update data yang sebelumnya tidak tersedia. Dr. Christos pada akhir pertemuan menyampaikan terbuka terkait kolaborasi lanjutan dengan UI ke depan.