Kerja Sama FEB UI dan Oxford University Gelar OPHI Summer School 2022

Kerja Sama FEB UI dan Oxford University Gelar OPHI Summer School 2022

 

Rifdah Khalisha – Humas FEB UI

DEPOK – (1/8/2022) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bekerja sama dengan Oxford Poverty and Human Development Initiative (OPHI) – Universitas Oxford menggelar “OPHI Summer School 2022: Multidimensional Poverty Measurement and Analysis” pada 1 – 13 Agustus 2022. Kursus berlangsung secara hybrid, peserta dapat berpartisipasi secara daring melalui Zoom atau tatap muka di Kampus FEB UI Depok.

Direktur OPHI, Prof. Sabina Alkire, dan Tim OPHI, termasuk peneliti dan akademisi dengan pengalaman luas dalam mengembangkan dan menerapkan Multidimensional Index Poverty (MPI), akan turut memimpin jalannya Summer School 2022.

Kursus bertujuan membantu mereka yang tertarik memperoleh keterampilan atau memiliki kapabilitas dalam pengukuran kemiskinan multidimensi, khususnya staf profesional kantor statistik nasional atau kementerian pemerintah yang menangani pengentasan kemiskinan, profesional dari lembaga pembangunan internasional, akademisi, dan mahasiswa doktoral.

Summer School berjalan intensif selama 2 (dua) minggu untuk memberikan pengenalan teknis menyeluruh tentang pengukuran kemiskinan multidimensi menggunakan metode Alkire Foster (AF). Tidak hanya itu, kelas pun membagikan contoh penerapan praktisnya.

Setiap peserta akan melalui sesi pengajaran dan sesi kelompok kerja, semuanya  dalam Bahasa Inggris. Sepanjang Summer School, peserta harus aktif terlibat dalam berdiskusi dan bekerja melalui set masalah.

Berikut adalah berbagai bahasan topik selama Summer School:

  • Unidimensional Poverty Measures
  • Multidimensional Poverty Measures and Methodologies
  • The Alkire Foster (AF) Method of Multidimensional Poverty Measurement
  • Measurement Design – Purpose, Dimensions, Indicators, Cutoffs, and Weights
  • Estimation of Multidimensional Poverty and Interpretation of The Results
  • Subgroup Decomposition and Dimensional Break-Down
  • Multidimensional Poverty Changes Over Time
  • Interpretation and Analysis of Multidimensional Poverty

Usai menyelesaikan kursus, harapannya mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan dalam membangun dan menganalisis ukuran kemiskinan multidimensi. Selain itu, menggambarkan relevansi kebijakan dan kegunaannya untuk tujuan analitis. Berdasarkan pendekatan kapabilitas Amartya Sen dan MPI nasional dan global, motivasi empiris untuk mengukur kemiskinan multidimensi akan disajikan bersama perangkat pengukuran yang lengkap. (mh)