FEB UI Adakan Farewell “Çintavhati Poerwoto” Sebagai Tanda Apresiasi Terhadap Bakti, Kontribusi, dan Dedikasi untuk FEB UI

FEB UI Adakan Farewell “Çintavhati Poerwoto” Sebagai Tanda Apresiasi Terhadap Bakti, Kontribusi, dan Dedikasi untuk FEB UI

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (17/6/2022) Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap bakti, kontribusi, dan dedikasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mengadakan Farewell “Çintavhati Poerwoto” yang berlangsung secara hybrid di Auditorium Soeria Atmadja, Gedung Dekanat FEB UI, Jumat (17/6/2022).

Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Kantor Kemahasiswaan FEB UI, Dr. Irfani Fithria Ummul Muzayanah menjelaskan bahwa FEB UI melakukan reorganisasi untuk meningkatkan reputasi berupa layanan konseling mahasiswa yang saat ini dikoordinasikan di bawah Kantor Kemahasiswaan (KKM) agar lebih general dan terstandardisasi. FEB UI menyadari bahwa masalah kesehatan mental merupakan bagian tak terpisahkan dan harus kita pertimbangkan. Sebagai salah satu bentuk inovasi, FEB UI akan menginisiasi kerja sama dengan Fakultas Psikologi UI untuk memberikan layanan konseling dari Psikolog Professional dalam mendampingi konseling di Fakultas.

“Saya mewakili KKM FEB UI ingin menghaturkan rasa terima kasih kepada Ibu Cintavhati. Tentunya, terima kasih yang kami sampaikan ini tidaklah cukup menggantikan semua waktu, tenaga, pikiran dan pengorbanan yang telah Ibu Cintavhati lakukan untuk FEB UI selama ini. Kami berharap juga agar Ibu masih berkenan jika nanti kami ingin berguru, bertanya atau bahkan berkonsultasi terkait konseling mahasiswa. Sehat selalu Ibu dan selamat menikmati masa pensiunnya,” ucap Fani.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FEB UI, Teguh Dartanto, Ph.D..Teguh menuturkan “FEB UI mengadakan acara ini sebagai tanda apresiasi terhadap bakti, kontribusi dan dedikasi yang dilakukan selama ini untuk FEB UI. Acara awalnya sudah dimulai di ruang Djokosoetono dengan kedatangan Wakil Menteri RI Prof. Suahasil Nazara, Ph.D., untuk memberikan apresiasi secara langsung ke Ibu Cinta.

Teguh mengaku perkenalan dengan Ibu Cinta lebih banyak saat menjadi Ketua Program Studi, Ketua Departemen, Wakil Dekan, Pejabat Dekan dan merasa nyaman, karena segala urusan permasalahan mahasiswa bisa diatasi. Seiring berjalannya waktu, sebuah organisasi pendidikan tidak bisa selalu bergantung dengan Ibu Cinta. Hal ini dikarenakan Ibu Cinta sudah memasuki usia senja. Maka, FEB UI harus melakukan transformasi dan regenerasi untuk keluar dari zona nyaman tersebut.

Lanjut Teguh, Ibu Cinta sebagai sosok legenda bagi FEB UI, karena berkat kontribusi dan dedikasi serta passion ya mengatasi berbagai permasalahan mahasiswa. Seseorang bisa dikatakan sebagai legenda karena kecintaannya terhadap pekerjaan dan manusia/anak didik. Kami berharap seusai farewell, Ibu Cinta tetap menjadi maha guru bagi FEB UI. Mengutip hadits nabi ‘Manusia terbaik ialah panjang umur dan bagus amalnya’. “Saya yakin mahasiswa banyak mempunyai utang budi ke Ibu Cinta karena ia telah menyelamatkan dari bibir jurang kehancuran hingga sukses menempuh pendidikan di FEB UI melalui kasih sayang dan bantuan dedikasi. Terima kasih kepada Ibu Cinta dan selamat menikmati hari-harinya,” tegas Teguh.

Selanjutnya, Wakil Dekan 1 Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan FEB UI, Arief Wibisono Lubis, Ph.D.,  mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian Ibu Cinta selama ini untuk FEB UI. Banyak orang-orang sukses dari lulusan FEB UI berkat bimbingan dari Ibu Cinta. Kita bisa lihat dari para mahasiswa yang sebelumnya mengalami berbagai masalah dalam perkuliahannya, lalu bisa survive dan lulus dari FEB UI. Semua itu berkat jasa-jasa dari Ibu Cinta. Setelah pensiun semoga silaturahmi yang sudah berjalan dengan baik bisa selalu terjaga agar FEB UI tetap bisa berkonsultasi dengan Ibu Cinta dalam mengatasi beragam permasalahan mahasiswa.

Koordinator Student Wellness Center, Kantor Kemahasiswaan FEB UI yang juga pengganti Ibu Çintavhati Poerwoto, Dr. Putri Mega Desiana mengatakan mahasiswa yang mempunyai masalah akademis bukan karena tidak pintar, tetapi mereka kurang percaya diri, belum bisa menyesuaikan dengan lingkungan pertemanan yang baru, atau sebab lainnya. Sebagian mahasiswa ada yang dapat menyelesaikan masalahnya secara mandiri dengan dukungan para teman atau dibantu oleh Pembimbing Akademik. Di FEB UI, mahasiswa yang mengalami masalah seperti ini dapat ditangani oleh unit konseling yang selama ini dikelola oleh Cintavhati.

Mega menyampaikan rasa hormat dan terimakasih atas pengabdian panjang dari Ibu Cinta yang telah membantu banyak mahasiswa menyambung kembali harapan mereka yang hampir terputus, dan melegakan hati para orang tua yang menitipkan anaknya untuk menuntut ilmu di FEB UI. Dedikasi ibu tidak akan terlupakan oleh kami. Semoga Allah memberikan balasan terbaik untuk semua yang ibu lakukan.

“Saat saya diminta untuk membantu unit konseling ini, saya merasa tidak akan mampu menggantikan peran Ibu Cinta selama ini, namun saya berniat untuk melakukannya sebaik mungkin. “Saya yakin banyak ilmu dan pengalaman yang beliau miliki dan alami selama pengabdian ini. Saya mohon izin untuk terus mendapatkan nasihat dan pelajaran berharga dari beliau untuk menjadi pedoman dalam menjalankan tugas yang mulia ini. Layanan konseling nantinya akan bekerjasama dengan Fakultas Psikologi UI untuk menindaklanjuti mahasiswa non-akademik yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Sekali lagi, mohon dukungan dan do’a restu dari semua pihak FEB UI. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, semoga saya dapat menjalankan amanah ini,” tutur Mega.

Kepala Bimbingan dan Konseling Mahasiswa FEB UI, Dra. Çintavhati Poerwoto menceritakan bahwa sebagai dosen, Ia selalu berusaha untuk membuat kelasnya menjadi nyaman dengan akrab kepada mahasiswa, mengenal namanya satu persatu agar mereka merasa diperhatikan dan mengerti apa yang diajarkan. Keakraban yang terjalin ini membuat mahasiswa datang kepada Ia untuk ‘curhat’ tentang masalah-masalah akademis maupun kehidupan pribadinya. Dari situ, Ia tergerak untuk menolong mereka dalam mengatasi permasalahan tersebut. Lama-kelamaan, hal ini menjadi kebiasaan bagi mahasiswa untuk datang kepada Ia agar masalah yang dihadapi bisa terselesaikan.

Çintavhati menyatakan bahwa awal tahun 1990-an, Fakultas Psikologi UI mengadakan pelatihan atau penataran konseling bagi para dosen Fakultas seluruh UI. Dari FEB UI ditunjuk 2 orang, yaitu Dr. Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Ph.D. (tahun tersebut belum menjadi profesor) dan dirinya. Pelatihan tersebut termasuk praktik konseling yang dilakukan berkelompok dan membutuhkan waktu lama. Di sinilah, dirinya belajar banyak dan berbakat karena sering membantu mahasiswa menyelesaikan masalah. Ketika Prof. Djatun menjabat sebagai Dekan FEB UI dan sudah terlibat konseling, barulah konseling dimulai sebagai kegiatan wajib di FEB UI.

Lanjut Çintavhati, “Saya ingin memohon maaf kepada alumni FEB UI yang pernah konsultasi kepada saya. Apabila ada hal-hal yang membuat kalian sakit hati karena tindakan-tindakan terlalu keras bahkan sampai ‘marah-marah’ tetapi saya merasa harus bertindak seperti itu untuk dapat menyelesaikan masalah. Adapun kebahagiaan saya dalam pekerjaan dapat membantu dan menyelesaikan masalah mahasiswa sehingga mereka benar-benar dapat menyelesaikan studi mereka dengan baik.”

Dalam menjalani perjuangan dalam hidup Anda salah satunya menempuh masa studi dibutuhkan self confidence, responsibility, time management, socialisation   Masalah mahasiswa FEB UI selain dari akademis namun juga dari keluarga yang menjadi ‘sumber masalah’. Masalah akademis dapat diselesaikan apabila ‘sumber masalahnya’ dapat diselesaikan. Konseling di FEB UI ialah kegiatan yang membina mahasiswa dalam menjalankan kegiatan akademis yang erat hubungannya dengan prodi-prodi, dosen-dosen secara pribadi, dan Biro Pendidikan dalam hal peraturan Fakultas. Untuk itu kerja sama yang erat dibutuhkan antara Kepala BKM dan unit-unit tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih untuk para dosen dan pejabat di FEB UI atas kerja sama yang baik selama saya mengabdi di FEB UI. Terima kasih juga atas testimoni yang diberikan secara offline, online, maupun pesan Whatsapp yang membuat saya sangat terharu. They mean so much to me. Selamat tinggal untuk seluruh warga FEB UI. Semoga FEB UI terus maju dan tetap menjadi lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia,” demikian Çintavhati menutup sambutannya.

Acara ditutup dengan pemberian testimoni perwakilan dari dosen, mahasiswa, Departemen Adkesma BEM, dan Tendik FEB UI.