GNAM Week Day 3: Belajar dari Kementerian Perindustrian, Antam, dan Bank Mandiri

0

GNAM Week Day 3: Belajar dari Kementerian Perindustrian, Antam, dan Bank Mandiri

 

Puspita Pratama N, Ridhan Adli Faisal, Trishanty Eka M ~ Mahasiswa MM FEB UI

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (16/3/2022) Hari ketiga pekan Global Network Week atau Global Network for Advanced Management (GNAM) dibagi menjadi tiga sesi yang disampaikan oleh para narasumber yang insightfull, bertemakan “Nurturing Green Growth to Reinforce Resilience and Sustainable Recovery” secara online, Rabu (16/3).

Session 1: Promoting “Green Economy, Green Technology and Green Product” to Stimulate Indonesia’s Global Competitiveness

Sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Staf Ahli Kementerian Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi, Andi Rizaldi, MM, dengan moderator Maria Ulpah, Ph.D., Ketua Program Studi S-1 Manajemen FEB UI.

Andi Rizaldi menjelaskan Indonesia sudah melakukan kebijakan untuk berubah menjadi green industry sejak lama dan 2017 mendapatkan sertifikat green industry. Pada tahun 2021, Indonesia telah memiliki 31 green industry standard dan 44 perusahaan manufaktur sudah memiliki sertifikasi green industry. Indonesia juga mengimplementasikan sekitar Rp3,2 triliun untuk penghematan energi dan sebesar Rp169 miliar rupiah untuk penghematan air. Selain itu, Indonesia telah mengubah 17 target dari PBB untuk tahun 2030 menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan Low Carbon Development Initiative (LCDI) sebagai prioritas nasional di tengah pandemi Covid-19 yang sejajar dengan target iklim global.

Sementara, target Indonesia di 2022–2030 salah satunya persiapan standar green industry bagi sektor baru, pelatihan dan pendampingan, implementasi pada program nasional seperti pengelolaan limbah atau sampah dan juga circular economy serta rencana lainnya dengan memperbaharui sistem dan fasilitas yang ada. Inovasi pada masyarakat juga perlu ditingkatkan bekerjasama dengan industri. Hal ini agar perindustrian menuju ke arah non-fiskal. Peningkatan ini bisa juga dibantu dengan adanya pelatihan terhadap SDM dengan ahli di bidang industri rumah tangga, industri besar, maupun industri menengah. Aksi ini juga didukung dengan diadakan asisten untuk konsul dalam pemilahan limbah.

Green environment atau green industry bukan hanya program Kementerian Perindustrian, namun juga bekerjasama dengan kementerian lainnya dan masyarakat. Kita dapat mengimplementasikan ini pada banyak sektor, termasuk manajemen,” ucap Andi. 

Session 2: The Effect of Green Mindset Practices on Operational Performance for a Company in the Metal and MIneral Industry

Sesi kedua menghadirkan narasumber Direktur Operasional dan Produksi PT. Aneka Tambang (Antam), Tbk, I Dewa Wirantaya, dengan moderator Dony Abdul Chalid, Ph.D., Dosen Departemen Manajemen FEB UI.

I Dewa Wiyantara memaparkan bahwa Antam yang bergerak di bidang pertambangan berusaha untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dengan merekayasa resiko dalam beroperasi, baik karbon monoksida maupun karbon dioksida. Melihat persetujuan yang dilakukan di Paris perihal perubahan iklim pada tahun 2015, emisi harus dikurangi sampai dengan 50 persen (dalam kurung waktu 10 tahun) supaya pemanasan global tidak melebihi 2 derajat Celcius, target ini berada di atas pre-industrial levels. Maka, Antam mensinergikan operasi yang unggul dengan keuntungan lingkungan dan mengimplementasikan inisiatif dengan membawa keuntungan finansial dan lingkungan.

Menurut Dewa, Antam saat ini menerapkan green mindset pada proses operasi dalam hal efektivitas biaya. Supaya memiliki operasi yang unggul, Antam berpegang pada 5 pilar, antara lain pengelolaan operasi, aplikasi teknologi, kultur karyawan, pengelolaan energi, serta kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja. Kelima pilar tersebut dilakukan untuk memastikan efisiensi proses, menciptakan nilai pelanggan, dan pertumbuhan bisnis.

Sementara itu, sumber energi yang digunakan Antam didominasi oleh batu bara, diikuti bahan bakar minyak (BBM), dan listrik PLN. Oleh karena itu, Antam menargetkan pada tahun 2025 beralih menggunakan green energy dengan mengurangi penggunaan batubara, mengubah IDO menjadi B30, dan meningkatkan penggunaan listrik. Hingga saat ini, sebagian dari strategi tersebut sudah berhasil diimplementasikan oleh Antam. Misalnya, penggunaan BBM B30 untuk alat berat di Sulawesi Tenggara, pemanfaatan limbah air, dan pengaplikasian ekosistem baterai EV.

Pada tahun 2021, green concept membantu Antam mendapatkan keuntungan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Berhubungan dengan regulasi, Antam mengikuti regulasi good mining practice yang ditetapkan pemerintah. “Dalam mempraktikan green concept, Antam mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan lewat Proper Awards pada 2020 maupun 2021. Selain mendapatkan penghargaan, Antam juga berusaha untuk membantu masyarakat dengan melakukan pemberdayaan di Kampung Ciguha, Bogor sebagai solusi dalam mengatasi masalah yang disebabkan oleh tambang ilegal,” ujar Dewa dipenghujung pemaparannya.

Session 3: How SMEs as Main Drivers of Economic Growth and Innovation can Contribute to Green Recovery Post-Covid 19: A Perspective of the Banking Sector

Sesi ketiga menghadirkan narasumber Head of Small and Medium Enterprise (SME) Banking Group di Bank Mandiri, Alexander Dippo P.J.S, dengan moderator Arviansyah, Ph.D., Sekretaris Program Studi MM FEB UI.

Alexander Dippo P.J.S, mengatakan bahwa untuk mencapai corporate plan, Bank Mandiri dihadapi dengan tantangan berupa new normal, siklus komoditas yang mendatar, pertumbuhan adopsi digital semakin cepat serta pemulihan pengeluaran konsumen.  Hal ini menyebabkan adanya peningkatan di area budaya mindset bisnis serta pemanfaatan teknologi agar relevan bagi pelanggan, sehingga terjadi transformasi bisnis digital seperti smart branch, digital onboarding and process by super platform, serta memperkuat  peran agensi banking oleh pemimpin atau influencer. Transformasi ini didukung analisis data, proses, pricing, risk and policy, product solution dalam menciptakan customer value proposition bagi wholesale dan retail customer yang diharapkan dapat menaikan akses komunitas kepada servis perbankan.

Alexander menegaskan Bank Mandiri memberikan support kepada pelaku UMKM melalui 6 kerja sama, yaitu peer to peer lending (P2P) and e-commerce, platform PaDI, Mandiri UKM Center, wirausaha muda Mandiri, akses finansial melalui aplikasi Livin’ dan Kopra, dan rumah kreatif BUMN (RKB) untuk memberikan pelatihan dan asistensi.

Di sisi lain, Alexander menambahkan 3 pilar (dan 5 inisiatif dalam pengaplikasian keuangan yang berkelanjutan. Pilar pertama adalah sustainable banking terdiri dari 2 inisiatif yaitu pengembangan di aspek environment, social, and governance (ESG) dan product sustainability. Pilar kedua ialah sustainable operation dengan inisiatif green operation untuk proses operasional digital. Pilar ketiga berupa sustainable CSR and financial inclusion dengan 2 inisiatif, yakni community empowerment dan financial inclusion.