Seri Kuliah MPKP FEB UI bersama Bank Mandiri, “Dinamika Belanja Masyarakat Selama Pandemi: Analisis Big-Data Transaction”

Seri Kuliah MPKP FEB UI bersama Bank Mandiri, “Dinamika Belanja Masyarakat Selama Pandemi: Analisis Big-Data Transaction

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (23/11/2021) Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono menjadi narasumber dalam Seri Kuliah Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan (MPKP) FEB UI untuk mata kuliah Forum Pembangunan Indonesia, bertajuk “Dinamika Belanja Masyarakat Selama Pandemi: Analisis Big-Data Transaction” yang dipandu oleh Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., Ketua Program Studi MPKP FEB UI, Selasa (23/11).

Dalam paparannya, Teguh Yudo Wicaksono menjelaskan pandemi Covid-19 telah mengubah pola perilaku masyarakat Indonesia dalam aktivitas belanja yang biasanya dilakukan secara langsung atau tatap muka, sekarang banyak masyarakat yang beralih melakukan jual-beli secara online melalui e-commerce. Begitu pula perilaku masyarakat dalam pembayaran (payment).

Seiring dengan relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat aktivitas belanja masyarakat secara daring mengalami peningkatan. Saat ini, masyarakat relatif sudah adaptif dengan pandemi. Artinya, masyarakat sudah paham bagaimana meminimalisir risiko tertular Covid-19 tetapi saat bersamaan tetap melakukan aktivitas belanja dengan memanfaatkan platform e-commerce dan pembayaran digital.

Melihat tren belanja daring yang meningkat, papar Teguh, Bank Mandiri fokus pada pengembangan big data untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih menarik di platform e-commerce Bank Mandiri.  E-commerce sebagai penyedia barang dan jasa, sementara Bank Mandiri merupakan solusi pembayaran dari transaksi e-commerce.

“Dari situlah, Bank Mandiri berinisiatif menciptakan big data guna mendukung aktivis belanja masyarakat. Terdapat 3 big data Bank Mandiri, yaitu (1) Mandiri spending index, yang memperhitungkan komposisi belanja berdasarkan sub-kategori belanja, seperti supermarket, restoran, household, fashion dan sebagainya; (2) incoming-outgoing, penerimaan uang dari luar negeri secara cepat dan memberikan keamanan atau kemudahan pengiriman uang ke seluruh dunia; (3) Current Account Saving Account (CASA) berupa Mandiri Business Index dan Mandiri Employment Index, dipergunakan untuk mengukur perkembangan sektor usaha memberikan sejumlah penawaran produk dan jasa keuangan secara menyeluruh,” demikian Teguh menutup sesinya. (ts)