Kuliah S-1 Akuntansi FEB UI bersama L’Oréal Indonesia, “Transformasi Bisnis dan Marketing di Professional Product Division”

Kuliah S-1 Akuntansi FEB UI bersama L’Oréal Indonesia, Transformasi Bisnis dan Marketing di Professional Product Division

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (25/11/2021) General Manager Professional Products Division at L’Oréal Indonesia, Michael Justisoesetya dan Digital Media and Community at L’Oréal Indonesia, Vivianne Kusnowo menjadi narasumber dalam Kuliah Tamu S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) untuk mata kuliah Pengantar Manajemen Pemasaran, bertajuk “Transformasi Bisnis dan Marketing di Professional Product Division” dengan moderator Dr. Rifelly Dewi Astuti, Dosen Departemen Manajemen FEB UI, Kamis (25/11).

Michael Justisoesetya, narasumber pertama memaparkan bahwa L’Oréal berdiri sejak 1909 sebagai perusahaan a pure player in beauty dan nomor 1 grup kosmetik di dunia. Saat ini, L’Oréal memiliki pendapatan sebesar EUR 29,87 miliar per tahun, 88.000 karyawan, 150 cabang di dunia, 39 pabrik salah satunya terbesar di dunia yang berada di Indonesia, 35 brand di dunia, dan 21 research centers salah satunya satelitnya ada di Indonesia.

Lanjut Michael, nilai yang dianut oleh L’Oréal dalam menjalankan bisnis berlandaskan 3 pilar, yaitu (1) Inovasi – produk harus dengan teknologi terkini untuk memberikan manfaat dan kemudahan bagi konsumen serta pelopor dalam digitalisasi perusahaan; (2) Edukasi – merekrut tenaga educators sebelum produk dipasarkan. Di Indonesia, L’Oréal mempunyai 50 educators dengan mengadakan 16.000 education classes dan menghasilkan 154.000 hairdressers contact per tahun. Selain itu, L’Oréal menciptakan aplikasi berupa L’Oréal Access untuk memudahkan sharing pengetahuan antara hairdressers ternama di dunia dengan Indonesia tanpa batas waktu; (3) Inspirasi – L’Oréal bermitra dengan para stylists terkemuka di dunia, mendukung para pelaku industri fashion lainnya, dan sumber inspirasi utama bagi hairdresser’s agar mereka bisa menciptakan kreasi-kreasi baru untuk memotivasi konsumen.

Vivianne Kusnowo, narasumber kedua menjelaskan bahwa penggunaan hijab bagi wanita di Indonesia semakin popular. Namun, bukan berarti terhindar dari permasalahan kulit kepala. Pasalnya, setelah kenaikan jumlah pengguna hijab, frekuensi wanita Indonesia yang datang ke salon juga meningkat. Melihat hal ini, Biolage dari sub-brand ternama dari Matrix Indonesia siap menjadi solusi terbaik untuk permasalahan kulit kepala yang dialami wanita berhijab.

“Biolage dalam membangun citra brand dengan menjangkau new audiences, driving traffic, meningkatkan konversi melalui beberapa penempatan media. Selain itu, pemasaran Biolage dilakukan dengan memanfaatkan developing online channel melalui e-commerce (lebih dekat dengan konsumen, merekrut konsumen, dan online drive traffic to salons) dan social commerce (push the pro and drive traffic to salons),” demikian Vivianne menutup sesinya. (ts)