FEB UI Menerima Studi Banding FEB UB untuk Belajar Tata Kelola Implementasi PTN-BH

FEB UI Menerima Studi Banding FEB UB untuk Belajar Tata Kelola Implementasi PTN-BH

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (26/11/2021) Universitas Brawijaya (UB) telah ditetapkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2021. UB menjadi perguruan tinggi ke-14 di Indonesia dengan status PTN-BH yang sebelumnya berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU). Dengan adanya perubahan status dari PTN-BLU menjadi PTN-BH, maka UB memiliki otonomi penuh untuk mengelola akademik, keuangan, sumber daya manusia (SDM), kemahasiswaan, serta birokrasi tata kelola kelembagaan.

Sehubungan dengan transformasi tata kelola kelembagaan yang mengacu pada perubahan status UB menjadi PTN-BH, maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melakukan kunjungan studi banding ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang berlangsung di Ruang Prof. MR. Djokosoetono, Gedung Dekanat FEB UI, pada Jumat (26/11).

Studi banding dihadiri perwakilan dari FEB UB, yaitu Dr. Asfi Manzilati (Ketua Tim Penyusunan Renstra FEB UB), Yeney W. Prihatiningtias, Ph.D., Sri Palupi Prabandari, Ph.D., dan Yenny Kornitasari, M.E. Selain itu, perwakilan dari FEB UI, Teguh Dartanto, Ph.D., Dekan, Dr. Gede Harja Wasistha, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum, Sri Rahayu Hijrah Hati, Ph.D., Ketua Program Studi Bisnis Islam, Wardatul Adawiyah, M.B.A., Manajer Pendidikan, Hendro Sulistio, Manajer Umum, Fahrul Ismaeni, M.H., Manajer SDM, Astri Farliani, S.Sos., Kepala Perencanaan dan Pengembangan, dan Irma Agustina, AMU Keuangan.

Dr. Asfi Manzilati menjelaskan maksud dari melakukan kunjungan studi banding ke FEB UI untuk belajar tentang kebijakan, strategi, program pengembangan, dan tata kelola kelembagaan FEB UI dalam mengimplementasikan PTN-BH. Pada saat bersamaan, FEB UB juga sedang menyusun renstra dengan perencanaan yang baik untuk bisa dijadikan panduan dalam menjalankan program 5 tahun ke depan.

Lanjut Asfi, FEB UB butuh akselerasi segera untuk menyesuaikan posisi sebagai PTN-BH, baik dari sisi keuangan, SDM, kelengkapan administrasi, struktur organisasi, dan proses pembelajaran. Selain itu, melakukan transformasi tata kelola kelembagaan demi menciptakan lulusan terbaik yang mampu bersaing di era globalisasi.

“Dengan visi menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional di bidang ekonomi dan bisnis yang berjiwa wirausaha dan berkesadaran ketuhanan, dengan tujuan menciptakan lulusan berkualits dan mampu bersaing, maka dibutuhkan tambahan wawasan bagi FEB UB dalam penerapan tata kelola PTN-BH pada tingkatan Fakultas agar nantinya menjadi lebih baik. Pemilihan FEB UI sebagai tempat studi banding, karena FEB UI menjadi salah satu Fakultas pelopor dalam mengimplementasikan PTN-BH di Indonesia,” ungkap Asfi. (ts)