CELEB FEB UI: Webinar Digitalisasi Pembelajaran dan Pedagogi E-Learning

CELEB FEB UI: Webinar Digitalisasi Pembelajaran dan Pedagogi E-Learning

 

Rifdah Khalisha – Humas FEB UI

DEPOK – (24/11/2021) Center for Education and Learning in Economics and Business (CELEB) FEB UI mengadakan “Webinar Digitalisasi Pembelajaran dan Pedagogi E-Learning” pada Rabu (24/11). Menghadirkan Prof. Paulina Pannen (Kepala Indonesia Cyber Education Institute) sebagai pembicara dan Ledi Trialdi, S.E., M.P.P. (CELEB FEB UI) sebagai pemandu acara.

Dekan Terpilih FEB UI Teguh Dartanto, Ph.D. pada opening speech menyampaikan bahwa  tujuan utama CELEB adalah memunculkan ‘selebritis’ baru dalam bidang pengajaran di FEB UI. Di era digital, FEB UI ingin para dosen lebih dari sekadar fokus pada penelitian. Namun, fokus pula pada pengajaran digital dengan merancang dan menciptakan konten pembelajaran daring yang menarik bagi mahasiswa.

“CELEB merupakan sebuah komitmen saya sebagai Dekan FEB UI, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di FEB UI melalui pengembangan pedagogi di era digital. Selama ini, kita merasa digital seolah mudah, tetapi sebenarnya perlu upaya lebih serius, termasuk dengan mengundang ahli seperti Prof. Paulina, sehingga rekan FEB UI bisa belajar bersama di sini.

Saya berharap, setiap dosen FEB UI setidaknya mengikuti sekali pelatihan CELEB, tetapi tak menutup kemungkinan untuk mengikuti lebih dari sekali pelatihan. Kami pun menyediakan fasilitas studio untuk memproduksi MOOC (Massive Open Online Courses) dan Podcast,” demikian imbuh Teguh.

Paulina menerangkan tentang perkembangan pembelajaran berbasis teknologi (distance education) di dunia, mulai dari generasi pertama correspondence pada 1880, generasi kedua multimedia pada 1960, generasi ketiga learner support pada 1970, dan generasi keempat telekomunikasi pada 1990. Sementara akselerasi pembelajaran di tanah air, yakni pembelajaran berkelanjutan (continuous learning) pada 2010, pembelajaran digital (digital learning) pada 2017, dan pembelajaran cerdas (intelligent learning) pada 2020. 

Mengutip Belawati dan Nizam (2020), mendadak perguruan tinggi di Indonesia mengalami transformasi digital melalui adaptasi pembelajaran daring, setelah pemerintah memberlakukan gerakan sosial terbatas.

“Padahal sebelumnya sudah ada tantangan, seperti revolusi industri 4.0, internasionalisasi, krisis ekonomi global, tetapi Indonesia masih belum bergeming. Saat pandemi COVID-19 melanda, pembelajaran daring luar biasa meningkat,” ujar Paulina.

Ada banyak transformasi dalam tatanan kehidupan baru (new normal), tak terkecuali di bidang pendidikan. Ia mengatakan, “Pedagogi tak lagi mengajar orang (teaching), tapi memimpin orang (leading). Jadi, dosen memegang peran sebagai pemimpin untuk merancang proses belajar dan membantu siswa menuju tempat di mana mereka dapat belajar sendiri. Terlebih, saat ini ada gerakan keterbukaan dalam sistem pendidikan.”

Harapannya, pembelajaran daring terus bertahan dan berjalan pada tatanan kehidupan baru. Menurut prediksi, setelah pandemi COVID-19 mulai menurun, pendidikan akan beralih ke pembelajaran campuran antara daring dan luring.

Paulina melanjutkan bahwa pendidikan bertujuan mengasah dan meningkatkan keterampilan. Mengikuti perubahan zaman, tentu perlu adanya transformasi pada tata cara belajar, pembelajaran berfokus pada siswa dan menggunakan teknologi yang menarik. Di sisi ruang belajar, yaitu tersedia ruang interaktif yang luas untuk pembelajaran siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil. Pada prinsip belajar, dosen memimpin dan mengarahkan kelompok kecil siswa secara luring. Selebihnya siswa belajar sendiri secara daring, baik bersifat individual, personal, maupun kolaborasi. Pada peran dosen, pengajar harus berubah peran menjadi teman belajar, beradu kognitif, dan bersosial. (hjtp)