Pembukaan Rangkaian Acara Dies Natalis Ke-71 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia

Pembukaan Rangkaian Acara Dies Natalis Ke-71

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia

 

Rifdah Khalisha – Humas FEB UI

DEPOK – (29/9/2021) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas (FEB UI) menggelar Pembukaan Acara Dies Natalis Ke-71 bertajuk “Living a Legacy” pada Rabu (29/9). Acara berlangsung secara hybrid, di Selasar Kampus FEB UI Depok dan Zoom.

Lebih dari 300 orang, terdiri dari Dewan Guru Besar dan Senat Akademik Fakultas, para pengajar, segenap sivitas akademik, warga FEB UI, dan keluarga besar alumni FEB UI, menghadiri acara melalui aplikasi daring Zoom.

Semula, acara menampilkan video suasana terkini kampus FEB UI saat masa pandemi. Kemudian, Pj. Dekan FEB UI Teguh Dartanto, Ph.D. mengingatkan kembali sedikit sejarah masa lalu, Universitas Indonesia sudah lahir sejak zaman Hindia Belanda, tetapi FEB UI berdiri setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya 18 September 1950.

Teguh mengutarakan, “Selama berdiri, FEB UI banyak berkontribusi terhadap perekonomian bangsa dan negara. Kita telah mencetak sejarah membangun legacy, memiliki kebesaran masa lalu dan kejayaan masa kini. Namun, kita masih perlu mempersiapkan masa depan, terdepan dalam membangun legacy baru, sesuai dengan tema Living a Legacy pada Dies Natalis ke-71 FEB UI,”

“Dalam rangka continuous improvement, FEB UI tengah berjuang meraih akreditasi Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) melalui berbagai inovasi, salah satunya menghadirkan Center for Education and Learning in Economics and Business (CELEB), sebuah pusat pengembangan pendidikan dan pengajaran yang selalu relevan,” lanjutnya.

Teguh pun mengucapkan terima kasih kepada para pengajar dan tenaga kependidikan yang telah memasuki masa purnabakti, “Semoga Bapak Ibu dapat menikmati masa purnabakti dengan penuh suka cita karena sejatinya, purnabakti hanya pergantian rutinitas. Bapak Ibu bisa tetap berkarya di luar institusi.”

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Prof. Susiyati B. Hirawan, Ph.D. menuturkan, “FEB UI sudah melalui masa sulit dan senang selama 71 tahun. Mengutip pidato Bung Hatta saat menghadiri Dies Natalis UI pada 1957, perguruan tinggi perlu mengemban misi membentuk manusia susila dan demokratis serta menitikberatkan pendidikan pada pembentukan karakter. Pangkalnya adalah cinta kebenaran, universitas harus mendidik manusia untuk berani berkata dan bertindak jujur dalam menghadapi sesuatu. Mudah-mudahan ini semua akan menjadi identitas manusia yang pernah menduduki UI.”

Ketua Senat Akademik Fakultas Benedictus Raksaka Mahi, Ph.D. mengatakan, “Saya rasa, tema Living a Legacy sudah sangat tepat mewakili segenap insan FEB UI. Di usia ke-71, FEB UI telah banyak mencetak prestasi membanggakan—tak terkecuali saat masa pandemi—kegiatan pendidikan, pengajaran, dan penelitian dari sivitas akademik masih berjalan dengan baik. Bahkan, beberapa dosen berhasil mencapai gelar akademik tertinggi dan mempublikasikan jurnal ilmiah bereputasi internasional. Begitu pun para mahasiswa. Pada hakikatnya, kita semua selalu memberikan legacy terbaik bagi FEB UI,”

Selepas itu, acara memasuki sesi pemotongan tumpeng dan pembacaan doa untuk merayakan Dies Natalis Ke-71 FEB UI. Lalu, pemutaran video para dosen dan tendik purnabakti dan in memoriam serta penyerahan kenang-kenangan kepada para dosen dan tendik purnabakti.

     

Mewakili dosen purnabakti, Ir. Ruslan Prijadi, Ph.D. mengisahkan perjalanannya mengajar di FEB UI. “Dirgahayu ke-71 untuk FEB UI, semoga terus berkarya dan berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat. Sejauh ini, saya tidak pernah bermimpi untuk menerima kepercayaan menjadi dosen FEB UI. Semoga kita semua bisa terus berkarya, tak hanya memajukan FEB UI, tetapi memajukan kepentingan bangsa dan negara pula.”

 

Widhi Astono, M.M., berterima kasih kepada FEB UI telah memperkenankan ia untuk mengabdikan diri selama 4 dekade di almamaternya. “Saya sudah mengajar sejak 1982, tetapi bagi saya, tantangan staf pengajar saat ini lebih berat dengan adanya industrialisasi 4.0. Terlebih, adanya pembelajaran jarak jauh akibat pandemi, pengajar harus berpikir keras untuk menyampaikan materi ajar kepada peserta didik secara menarik. Oleh karenanya, pengajar harus turut mengikuti perkembangan terkini.”

“Selama 40 tahun bekerja, saya melihat kualitas tenaga pengajar di FEB UI luar biasa bagus, didukung oleh jajaran pemimpin dan fasilitas hebat. Dirgahayu FEB UI, selamat menikmati rangkaian aktivitas Dies Natalis ke-71,” imbuhnya.

Sementara mewakili tendik purnabakti, Ir. Endang Yuliati Sri Wahyuni menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada FEB UI yang telah memberikan ruang bekerja dan berkarya. “FEB UI membuka kesempatan bagi saya untuk menambah ilmu, motivasi, dan wawasan dalam menunjang karier di FEB UI selama sekitar 33 tahun. Hari ini momen yang teramat berat bagi saya karena harus berpisah dengan rekan-rekan semua. Harapan saya, semoga para dosen, asisten dosen, rekan tendik, dan mahasiswa terbantu dengan keberadaan, kerja sama, dan kinerja saya.”

Terakhir, acara ditutup oleh persembahan nyanyian dari mahasiswa. Mulai September hingga November 2020, FEB UI akan mengadakan serangkaian kegiatan yang terintegrasi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk merayakan FEB UI yang telah menginjak usia 71 tahun.

     

Leave a Reply