Survei LD FEB UI, INFID dan Kurawal Foundation: Pentingnya Peningkatan Jaminan Kesehatan melalui Perbaikan Pelayanan Kesehatan di Era Pandemi

Survei LD FEB UI, INFID dan Kurawal Foundation: Pentingnya Peningkatan Jaminan Kesehatan melalui Perbaikan Pelayanan Kesehatan di Era Pandemi

 

DEPOK – (13/8/2021) International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) didukung Kurawal Foundation dan bekerja sama dengan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) merilis hasil survei warga, berjudul “Akses dan Layanan Kesehatan di 6 Kota dan Kabupaten di Era Pandemi COVID-19 (Semarang, Padang, Malang, Surabaya, Makassar, dan Kab.Tangerang)” secara daring, pada Jumat (13/8/2021).

Alfindra Primaldhi, Peneliti Adjunct dari LD FEB UI menyampaikan sejumlah temuan negatif dan positif dari survei ini. Beberapa temuan negatif yang dimaksud yaitu, pertama, mayoritas responden mendapatkan informasi layanan kesehatan tidak melalui sumber resmi pemerintah (>60%). Kedua, mayoritas informasi layanan kesehatan untuk perempuan tidak banyak diketahui warga, tertinggi terletak di Surabaya (64%). Ketiga, kebanyakan warga tidak melakukan pengaduan tentang pelayanan kesehatan buruk. Alasan utamanya adalah karena merasa tidak ada gunanya, tidak tahu prosedurnya dan takut dipermasalahkan. Keempat, mayoritas warga menginginkan layanan standar satu kelas rawat inap BPJS Kesehatan mengikuti standar kelas satu, yaitu dua tempat tidur per kamar rawat inap. Sementara rencana pemerintah untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI) akan berisi maksimal enam tempat tidur. Kelima, mayoritas warga tidak pernah melakukan testing COVID-19, karena merasa tidak memiliki gejala. Mahalnya biaya tes diduga menjadi faktor rendahnya minat testing di tengah masyarakat.

Sementara itu, temuan positif dari survei ini, pertama, warga memiliki kesadaran kesehatan yang baik, 7 dari 10 responden memiliki BPJS Kesehatan. Kedua, survei menunjukan bahwa warga memiliki kesadaran untuk mengantisipasi biaya kesehatan. Mayoritas responden berencana menyiapkan atau willingness dana kesehatan sebesar Rp 279.000-Rp 1.700.000 dan rata-rata dana tersedia atau ability saat ini berkisar di Rp 245.000-Rp 860.000. Ketiga, mayoritas pengalaman warga baik dalam menggunakan fasilitas kesehatan, layanan kesehatan, dan BPJS Kesehatan.

Leave a Reply