Promosi Doktor PPIA FEB UI: Sustainability Awareness Institusi Perbankan di Indonesia Serta Implikasinya Terhadap Kinerja Melalui Efisiensi Operasional dengan Peran Pemoderasi Tingkat Daya Saing

0

Promosi Doktor PPIA FEB UI: Sustainability Awareness Institusi Perbankan di Indonesia Serta Implikasinya Terhadap Kinerja Melalui Efisiensi Operasional dengan Peran Pemoderasi Tingkat Daya Saing

 

Nino Eka Putra – Humas FEB UI

DEPOK – (12/8/2021) Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi (PPIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Idrianita Anis secara online, pada Kamis (12/8/2021). Penulisan disertasi yang diangkat oleh Promovenda, berjudul Sustainability Awareness Institusi Perbankan di Indonesia Serta Implikasinya Terhadap Kinerja Melalui Efisiensi Operasional dengan Peran Pemoderasi Tingkat Daya Saing”.

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Teguh Dartanto, Ph.D., dengan pembimbing, Prof. Dr. Lindawati Gani (Promotor), Dr. Ancella Anitawati Hermawan (Ko-Promotor 1), Desi Adhariani, Ph.D. (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Prof. Sidharta Utama, Ph.D. (Ketua Penguji), Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra, Prof. Hasan Fauzi, Ph.D., Setio Anggoro Dewo, Ph.D., dan Dr. Chaerul D. Djakman.

Promovenda Idrianita Anis mengadakan penelitian untuk menguji usulan solusi terhadap permasalahan efisiensi operasional perbankan di Indonesia yang masih rendah dengan melakukan analisis terstruktur terhadap permasalahan praktik corporate sustainability management (CSM) terutama terkait dengan definisi sustainability, sustainability risk management, serta informasi corporate sustainability performance.

Penelitian ini menggunakan terminologi Sustainability Awareness (SA) didefinisikan sebagai sistem manajemen yang mengadopsi konsep sustainability, terdapat keterkaitan operasional dengan strategi bisnis perbankan, sistem keuangan dan pasar modal. Dengan mengembangkan CSM Model dan SA Level Index sebagai proksi praktik CSM. Penelitian ini selanjutnya menguji pengaruh Overall SA Index terhadap kinerja melalui efisiensi operasional dan peran moderasi tingkat daya saing. Kinerja bank meliputi kinerja finansial (return on asset-ROA), nilai perusahaan (price to book value-PBV), dan survivalness (ZSCORE). Populasi penelitian berupa perbankan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010 – 2019 dengan jumlah observasi 404.

Penelitian juga menggunakan estimasi data panel untuk menguji pengaruh langsung, dan two stage least square untuk pengaruh tidak langsung. Beberapa kontribusi penelitian adalah (i) Penelitian pertama yang mengembangkan CSM Model sebagai konsep inovasi sistem manajemen. CSM Model dikembangkan berdasarkan SPMS-BSC dan “Triple I framework”Sustainability Intention, Integration, Implementation; (ii) SA Level Index dikembangkan dengan skoring 4 level untuk mengukur level difusi sustainability innovation menggunakan step-by-step innovation model berdasarkan “framework to sustainable finance”; (iii) Penelitian pertama yang menganalisis sustainability dari perspektif governance dan kapabilitas untuk mengetahui seberapa jauh Overall SA memengaruhi kapabilitas bank bertransisi, serta bertransformasi; (iv) Tingkat daya saing diproksi dengan kapabilitas internal. Efisiensi operasional di proksi dengan technology change, didapatkan dari nilai residual I/O model intermediation approach – stochastic frontier analysis. Nilai residual tersebut menggambarkan  technology gap yaitu jarak antara kondisi teknologi bank saat ini (meta frontier) dengan the best technology set yang tersedia (global frontier). Jarak tersebut diprediksi akan semakin kecil jika bank mengadopsi sustainability innovation.

Hasil penelitian menunjukan Overall SA Index meningkat selama periode observasi, terutama setelah memasuki Indonesia Sustainable Finance Journey Tahap I (2015-2019). Perbankan Indonesia berada pada Moderate Level Innovation atau pada transisi dari menyaring nilai-nilai menuju ke prioritas keseimbangan nilai-nilai (SF1.0-SF2.0_TotalValue=F+S+E). Bank berada pada Lower Level Innovation untuk komponen Sustainability Motivation dan Accountability and Communication; dan pada Moderate Level Innovation untuk komponen Stakeholders Engagement, Unit Organization Aligment, Sustainability Business Case, dan Stakeholder and Risk Management Process.

Selain itu, hasil penelitian menunjukan Overall SA berpengaruh positif terhadap efisiensi operasional. Tingkat daya saing berpengaruh negatif terhadap efisiensi operasional, namun interaksinya dengan Overall SA mampu memperlemah pengaruh negatif tersebut. Hasil pengujian moderasi mengindikasikan dalam lingkungan yang dinamis, firm dan market merupakan alternatif governance. Overall SA mampu menjadi management control system-levers of control yang dapat mengarahkan bank kepada perilaku disiplin.

Efisiensi operasional berpengaruh positif terhadap kinerja finansial, tetapi tidak berpengaruh pada nilai perusahaan dan survivalness. Tingkat daya saing tidak berpengaruh terhadap kinerja finansial, nilai perusahaan dan survivalness. Overall SA berpengaruh negatif secara langsung terhadap kinerja finansial dan nilai perusahaan, namun tidak memengaruhi survivalness bank. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukan efisiensi operasional berperan memediasi positif dalam pengaruh Overall SA terhadap kinerja finansial dan survivalness, namun belum berperan memediasi terhadap nilai perusahaan.

Dapat dikatakan praktik CSM dengan mematuhi regulasi global dan nasional serta mengikuti standar best-practice terkait sustainability, sustainability risk management, dan informasi corporate sustainability performance mengarahkan strategi bisnis dan membuat sistem manajemen bank lebih adaptif dengan kondisi lingkungan. Praktik CSM memungkinkan bank bertransisi dan bertransformasi, sehingga berdampak positif terhadap kinerja finansial dan survivalness bank.

Hasil uji sensitivitas menunjukan Overall SA berpengaruh positif terhadap efisiensi operasional, kinerja finansial, dan survivalness pada t+1 dan t+2, namun belum memengaruhi nilai perusahaan pada t+1 dan t+2. Overall SA berpeluang menurunkan probabilita inefisiensi operasional dan instabilitas keuangan bank. Hasil ini mengkonfirmasi diperlukan waktu untuk membangun market awareness untuk menggunakan informasi kinerja praktik CSM dalam keputusan investasi. Hasil juga mengkonfirmasi bahwa dengan level inovasi yang ada, perbankan Indonesia menuju kesesuaian optimal dimasa datang (the future fit foundation).

Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Idrianita Anis dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil mendapat gelar Doktor yang ke-84 Bidang Ilmu Akuntansi. Selamat kepada Dr. Idrianita Anis!