MEKK FEB UI bersama Visiting Professor Macquarie University Seri 4: Global Digital Society

0

MEKK FEB UI bersama Visiting Professor Macquarie University Seri 4: Global Digital Society

 

Nino Eka Putra – Humas FEB UI

DEPOK – (24/4/2021) Dr. Salut Muhidin dari Macquarie University, Sydney, Australia menjadi pemateri dalam rangkaian acara Visiting Professor Seri-4, bertajuk “Global Digital Society” yang diselenggarakan oleh Magister Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan (MEKK) FEB UI, pada Sabtu (24/4/2021).

Dalam paparannya, Salut Muhidin menyampaikan bahwa globalisasi telah membawa kita terhubung dan berinteraksi tanpa batas. Dahulunya dianggap mustahil, tetapi sekarang kita hidup dalam masyarakat global yang saling terhubung. Media sosial atau internet digunakan sebagai alat perantara yang memungkinkan orang membuat, berbagi, atau bertukar informasi, ide, gambar, dan video dalam komunitas dan jaringan virtual. Media sosial telah mengubah internet dari sebagian besar statis (hanya mengirimkan informasi) menjadi dinamis, sehingga penggunanya dapat berbagi konten.

Penggunaan media sosial/internet memungkinkan orang untuk terhubung secara global dan membuat komunitas secara independen dari lokasi berbeda-beda. Secara keseluruhan, dari segi sosial-demografi, wanita lebih cenderung menggunakan situs jejaring sosial dibandingkan pria, 90% pengguna  berusia 18-29 tahun, dan pengguna yang tinggal di pedesaan lebih kecil dibandingkan yang tinggal di perkotaan atau pinggiran kota.

Tiga kelompok teori umum yang diterapkan dalam penelitian media sosial menurut ahli (Ngai, Taoa dan Moon, 2015), pertama Perilaku Pribadi: (1) Teori Kepribadian, menjelaskan karakteristik yang memengaruhi perilaku pengguna (terdiri dari keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, keramahan, dan neurotisme /stabilitas emosional), (2) Theory of Reasoned Action (TRA), memprediksi pengguna yang berpartisipasi dan terlibat dalam aktivitas media sosial, (3) Theory of Planned Behavior (TPB), digunakan untuk memoderasi efek sikap dan norma subjektif pada perilaku pengguna.

Kedua, Perilaku Sosial: (1) Teori Aspek Sosial, mempelajari sikap, niat, dan tindakan pengguna yang  mengadopsi penggunaan media sosial, (2) Kekuatan Sosial, dikaitkan dengan kapasitas untuk mempengaruhi audiens sebanyak mungkin yang menggunakan media sosial. Ketiga, Komunikasi Massa: (1) Interaksi Para Sosial, untuk mempelajari pengaruh media sosial pada perilaku pengguna, (2) Uses and Gratifications Theory (UGT), memahami perilaku pengguna juga terutama dalam menyelidiki bagaimana memuaskan kebutuhan pengguna.

Di sisi lain, Salut Muhidin menyoroti demografi digital. Pengukuran indikator demografis masih menghadapi tantangan karena berbagai alasan mengenai inkonsistensi pencatatan data, definisi, dan sulitnya mengukur. Peristiwa demografis sebenarnya telah terekam dalam beberapa database, seperti pencatatan kelahiran dan kematian, survei dan sensus. Namun data ini masih belum cukup untuk menjelaskan penyebab yang mendasarinya, sehingga memberikan informasi yang tidak memadai kepada pembuat kebijakan.

Maka, beberapa sumber data alternatif diperlukan, misalnya big data dan media sosial. “Penggunaan metode dan sumber data digital, mulai dari data media sosial hingga login pencarian di website menawarkan kemungkinan untuk mengatasi beberapa tantangan demografi tradisional dengan meningkatkan statistik yang ada atau membantu membuat baru, dan memperkaya statistik dengan memberikan konteks dengan pendorong perubahan demografis,” demikian Salut Muhidin menutup sesinya. (hjtp)