LM FEB UI Adakan HR Excellence Webinar Series 13, “Developing a Resilient Organization”

0

LM FEB UI Adakan HR Excellence Webinar Series 13, “Developing a Resilient Organization”

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (9/4/2021) Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) bersama SWA mengadakan HR Excellence Webinar Series, Presenting Best and Future Practices, seri 13, bertajuk  “Developing a Resilient Organization” pada Jumat (9/4/2021).

Webinar menghadirkan pembicara Indrijati Rahayoe, Chief Human Resources at Prudential Life Assurance Indonesia, dan pembahas Riani Rachmawati, Ph.D., Konsultan Senior Lembaga Management FEB UI, dengan moderator Arie Liliyah, Jurnalis SWA.

Dalam materinya berjudul Developing a Resilient Organization di Prudential, Indrijati Rahayoe, memaparkan bahwa tahun 2018, Prudential sudah menginisiasi untuk bertransformasi digital.  Dengan adanya Covid-19 pada 2019, barulah transformasi digital di Prudential terwujud. Hal ini membuktikan bahwa pandemi bisa mengubah dan mempercepat segalanya terutama adopsi terhadap teknologi. Perubahan besar akibat pandemi menuntut organisasi/perusahaan mempunyai jiwa resilient karena kita bisa melewati tantangan dengan semangat dan komitmen yang tinggi.

Indrijati mengungkapkan, Prudential mengembangkan konsep organisasi yang resilient, dimulai dengan tujuan organisasi dimana bisa memotivasi pribadi tanpa harus menunggu instruksi dari atasan/perusahaan. Selanjutnya, tujuan organisasi yang sudah jelas tadi hanya bisa tercapai apabila kita mempunyai culture and values karena bisa menciptakan mindset and behaviours berbeda. Setelah mempunyai culture and values-mindset and behaviours, barulah kita memastikan cara kerja berbeda (reskills and upskills) sehingga dapat memberikan dukungan terhadap suatu pencapaian organisasi/perusahaan.

“Di masa pandemi Covid-19, Prudential melakukan pergeseran strategi demi bertahan hidup, di antaranya kesadaran yang lebih kuat dalam kesehatan dan perlindungan, penawaran terjangkau bagi calon client, pemenuhan virtual, penawaran investasi yang beragam, peningkatan kebijakan yang mudah, permintaan yang lebih kuat pada Syariah, dan peduli terhadap kesehatan dan perlindungan karyawan,” jelas Indrijati di akhir pemaparannya.

Selanjutnya, Riani Rachmawati, menyampaikan bahwa organisasi resilience merupakan kemampuan organisasi untuk antisipasi, menyiapkan, merespon, dan beradaptasi, termasuk di dalamnya incremental change and sudden disruptions yang bertujuan untuk survive dan prosper (Denver, 2017).

The evolution organisasi yang resilient terdapat 5 tahap, yaitu tahap 1 preventive control (bagaimana kita bisa mengantisipasi hal-hal buruk terjadi dan melakukan mitigasi), tahap 2 mindful action (bagaimana organisasi meningkatkan people capability untuk bisa memiliki awareness terhadap permasalahan yang muncul dan membahayakan organisasi), tahap 3 performance optimisation (semua sistem di organisasi harus terintegrasi), tahap 4 adaptive innovation (generalisasi pengetahuan dalam organisasi), dan tahap 5 paradoxical thinking (bertugas menyeimbangkan 4 tahap tersebut dan mengelola ketegangan antara defensive dan progressive suatu organisasi).

“Tips membangun organisasi yang resilient dengan menganalisis alat mana yang akan digunakan, mempertanyakan asumsi di balik rutinitas Anda, berlatih secara terus-menerus, memperdalam pengetahuan tentang pekerjaan yang sesuai secara keseluruhan, berinvestasi dalam membangun keahlian, mengidentifikasi prioritas, dan belajar melepaskan kendali,” demikian Riani menutup sesinya.