Research Seminar Departemen Manajemen FEB UI: Understanding Organizations as Complex Adaptive Systems (CAS)

0

Research Seminar Departemen Manajemen FEB UI:

Understanding Organizations as Complex Adaptive Systems (CAS)

 

Rifdah Khalisha – Humas FEB UI

DEPOK – (8/4/2021) Mone Stepanus, Ph.D., dosen dan konsultan Lembaga Manajemen FEB UI menjadi pemateri dalam Research Seminar Departemen Manajemen FEB UI dengan topik “Understanding Organisations as Complex Adaptive Systems” pada Kamis (8/4).

     

Pada awal paparannya, Mone mengulas 14 prinsip manajemen dari Fayol. Dari prinsip tersebut, teori dan studi organisasi mengasumsikan bahwa organisasi bersifat stabil, teratur, dan terkendali. Namun, sampai batas tertentu, organisasi justru tidak sesuai atau bertolak belakang dengan asumsi tersebut.

Mone pun membahas seputar CAS, “Sebenarnya, teori CAS adalah teori varian dari kompleksitas. Pada intinya, teori ini mempelajari sistem kompleks beserta perilakunya yang berakar pada teori sistem. Teori kompleksitas bermula dari sains (fisika dan biologi) dan telah diadopsi dalam ilmu sosial.”

Menurut Plsek dan Greenhalgh (2001), CAS adalah sekumpulan agen individu yang punya kebebasan untuk bertindak. Tindakan tersebut tidak selalu dapat terprediksi sepenuhnya serta saling berhubungan sehingga dapat mengubah konteks untuk agen lainnya. Misalnya, sistem kekebalan, koloni rayap, pasar keuangan, dan organisasi atau kumpulan manusia.

Cilliers (1998) mengatakan, ada beberapa atribut yang dapat menjelaskan CAS. CAS berarti sejumlah besar elemen berinteraksi secara dinamis dengan banyak pertukaran informasi. Interaksi ini kaya, non-linier, dan memiliki rentang terbatas karena tidak ada kerangka kerja menyeluruh yang mengontrol aliran informasi.

Sistem kompleks adalah sistem terbuka dengan loop umpan balik, baik meningkatkan-merangsang (positif) maupun mengurangi-menghambat (negatif). Selain itu, sistem ini tertanam dalam konteks sejarah mereka sendiri, tidak ada satu elemen atau agen pun yang dapat mengetahui, memahami, atau memprediksi tindakan dan efek yang beroperasi di dalam sistem secara keseluruhan.

Lalu, sistem adaptif kompleks beroperasi dalam kondisi yang jauh dari ekuilibrium, yang berarti ada perubahan dan respons berkelanjutan terhadap aliran energi yang konstan ke dalam sistem. Kompleksitas dalam sistem merupakan hasil dari pola interaksi antar elemen.

“Teori CAS punya implikasi terhadap penelitian dan praktik, di antaranya dalam manajemen perubahan, inovasi dan pengembangan produk baru, manajemen rantai pasokan, kepemimpinan, dan sebagainya,” tutup Mone. (hjtp)