Diskusi Produktif: Berinovasi dan Optimis Meningkatkan Usaha di Masa Pandemi

Berinovasi dan Optimis Meningkatkan Usaha di Masa Pandemi

Hana Fajria – Humas FEB UI

Depok – (06/11/2020) Kementrian Kominfo, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyelenggarakan  Dialog Produktif Inspirasi Jumat Siang dengan tema “Berinovasi dan Optimis Meningkatkan Usaha di Masa Pandemi”, pada Jumat, 6 November 2020 secara daring. Narasumber yang hadir Dr. Avanti Fontana, Dosen dan Fasilitator Strategi dan Manajemen Inovasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, dan Doddy Lukito, Chief (in hospital) Business Officer dan Co-Founder HaloDoc, dengan moderator  Mochamad Achir, Praktisi Media dan Komunikasi.

Avanti menjelaskan paparannya dalam konteks kewirausahaan dengan mengatakan, “Inovasi sebagai instrumen kewirausahaan  tidak hanya menghasilkan perubahan, tapi juga perbedaan dalam nilai manfaat baik sosial maupun ekonomi; inovasi tidak hanya ditandai  dengan kebaruan tetapi ada yang dikreasikan para entrepreneur untuk menciptakan peluang, ide  dan produk solutif,” ujarnya.

Para entrepreneur dapat memulai  strategi dengan kemampuan berempati dan responsif, dari membaca lingkungan kemudian mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh lingkungan, lalu mampu menemukan dan menciptakan peluang . Peluang yang  diambil harus  membantu keluar dari krisis, harus relevan dan memecahkan masalah .

Doddy Lukito pun menjelaskan problem solving dalam kasus HaloDoc sebagai startup telemedis,  yang terus berevolusi meningkatan pelayanan pada masa pandemi. Layanan HaloDoc sebagai teleconsulting dan pemesanan obat via aplikasi, mampu menjawab kebutuhan pasar pada masa pandemi sehingga mengalami peningkatan pesat. Inovasi yang dilakukan Halodoc memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan baru-baru ini mereka menambah menu baru pada aplikasinya, seperti sarana untuk tes covid, hingga drive thru tes Covid. Mereka juga menambah artikel informasi  serta konsultasi mengenai meningkatnya stress dan kecemasan pada saat pandemi.

“Inovasi apapun yang dilakukan dalam bidang sosial maupun ekonomi harus memiliki model bisnis dan untuk para inovator harus sensitif dan peduli menganalisis situasi saat ini.  Cari akar masalah, terapkan empati kepedulian dari hulu hingga hilir. Dari situ bisa digali apa masalah yang bisa dicarikan solusi. Terus menggali ide dan pemecahan masalah dan menjadikan itu langkah yang rutin dilakukan, dan tidak lupa melakukan pengukuran berkala untuk memperoleh feedback baik sebelum maupun sesudah melakukan inovasi, dan pastikan ekosistem yang terus kondusif,” tutup Avanti. (hjtp)

Leave a Reply