Rektor UI, Ari Kuncoro: Peran UI dalam Menavigasi Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi

Rektor UI, Ari Kuncoro: Peran UI dalam Menavigasi Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (28/10/2020) Rektor Universitas Indonesia (UI), Profesor Ari Kuncoro, mengatakan perspektif pandangan penggunaan masker di Amerika Serikat (AS) dan Indonesia berbeda. Di AS penggunaan masker sangat kental terhadap nuansa politik, sedangkan Indonesia tidak adanya nuansa tersebut.

“Pandangan masyarakat kita memakai masker bertujuan untuk menghindari atau mencegah penularan Covid-19. Penggunaan masker memberikan rasa aman dan relevan untuk masyarakat dalam meminimalisir penularan, sampai aktivitas bertransaksi/konsumsi bagi masyarakat kelas menengah terhadap barang tahan lama, gaya hidup, perjalanan, dan sebagainya kembali normal dengan penerapan protokol kesehatan,” ucap Ari dalam webinar yang digelar Gerakan Pakai Masker bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), bertajuk “Menavigasi Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi” dengan moderator Taufik Machrus, pada Rabu (28/10/2020).

Berapa pun stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menangani pandemi, apabila masyarakat tidak merasa aman, maka uang tersebut hanyalah ditabung dan tidak dibelanjakan. Maka, pemerintah perlu melakukan sosialisasi kebijakan memakai masker ini, melalui lingkungan sekitar RT maupun RW, media sosial, iklan, dan sebagainya.

Kendati begitu, untuk membantu pemerintah dalam pemulihan akibat Covid-19, sambung Ari, UI sudah berkontribusi dengan memberikan policy brief, yakni untuk meningkatkan belanja kelas menengah. Kementerian Perhubungan telah mencoba mencari solusinya melalui studi transportasi yang aman dan sehat, dengan bekerjasama antara beberapa universitas terkemuka di dalam negeri. Walaupun demikian, usaha ini tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan sosialisasi yang lebih luas dan penegakkan disiplin yang lebih tegas tentang 3M (memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan). Kebiasaan ini mungkin harus tetap diterapkan seandainya vaksinasi masal sudah dilakukan.

Secara keseluruhan, jika persepsi kesehatan dan perilaku konsumsi tetap seperti sekarang, mungkin pola pemulihan berjalan tidak secepat yang kita inginkan, atau mirip simbol operasi matematika akar suatu bilangan yang ekornya naik memanjang dengan kemiringan (slope) landai.

Lanjut Ari, UI juga terlibat dalam penanggulangan atau pengobatan Covid-19, dengan menjadikan Rumah Sakit UI (RSUI) sebagai RS rujukan, menyediakan penginapan untuk tenaga medis maupun relawan RSUI di Guest House Pusat Studi Jepang UI, ventilator, model matematika untuk meramalkan waktu berakhirnya pandemi, alat cuci tangan yang mobile, dan pengobatan yang bersifat ke masa depan dalam menghadapi Covid-19. (hjtp)

 

Leave a Reply