Riset Lembaga Demografi FEB UI: Gojek Bantu UMKM Surabaya Bertahan Saat Pandemi

Riset Lembaga Demografi FEB UI: Gojek Bantu UMKM Surabaya Bertahan Saat Pandemi

 

Hana Fajria – Humas FEB UI

DEPOK –  Selasa, (06/10/2020) Media daring adarsurabaya.jawapos.com, pada kanal Berita, memuat hasil riset peneliti Lembaga Demogradi FEB UI di kota Surabaya, dalam tulisan  “Gojek Bantu UMKM Surabaya Bertahan Saat Pandemi “. Berikut tulisannya:

Surabaya – Gojek, super app terdepan di Asia Tenggara terus mendukung ketahanan ekonomi selama pandemi COVID-19 di Kota Surabaya. Pelbagai inisiatif telah diluncurkan untuk membantu pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Kota Surabaya beradaptasi sehingga bisa bertahan di situasi pandemi COVID-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depann

Kontribusi tersebut merupakan kelanjutan dari kontribusi ekonomi yang dihasilkan Gojek. Sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide) yang ada di berkontribusi sebesar Rp 12,1 triliun pada ekonomi Kota Surabaya di 2019. Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik regional bruto (PDRB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 mencapai Rp 15,7 triliun atau setara dengan 2,9% PDRB Kota Surabaya.

Paparan tersebut terungkap dalam Jumpa Pers Virtual bertajuk Ekosistem Digital Gojek Dukung Ketahanan Ekonomi Kota Surabaya Melalui Kontribusi yang Berkelanjutan yang dihadiri oleh Dr. Paksi Walandouw – Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (LD FEB), Rumayya Batubara – Research Institute of Socio-Economic Development & Lecturer (RISED)Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Michael Reza Say – VP Regional Corporate Affairs Gojek dengan di moderasi oleh Alfianto Domy Aji, Head Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim & Bali Nusra.

Michael Reza Say VP Regional Corporate Affairs Gojek menyampaikan, “Lebih dari 90% mitra usaha Gojek merasa sangat terbantu dengan teknologi yang tersedia didalam ekosistem Gojek untuk bertahan di masa pandemi “Kami percaya, kemudahan dan keamanan akses dalam proses aktivasi kian mendukung mitra UMKM untuk memulai usaha, beradaptasi dan mampu melebarkan sayap bisnisnya. Di aplikasi GoBiz terbaru, mitra UMKM bisa memanfaatkan fitur Daftar Mandiri untuk melakukan pendaftaran, mengecek status verifikasi, dan aktivasi akun secara mandiri.”

Michael menambahkan selain teknologi, Gojek turut memberikan dukungan non-teknologi untuk membantu ketahanan UMKM di masa pandemi “Sebagai perusahaan teknologi Gojek juga memberikan dukungan non-teknologi, seperti mendorong peningkatan permintaan dari konsumen melalui periode promo dan pelatihan para UMKM GoFood melalui Komunitas Partner GoFood (KOMPAG),” terangnya.

Pemaparan yang disampaikan oleh VP Regional Corporate Affairs Gojek ini sejalan dengan temuan utama dari riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (singkatnya LD) yang berjudul, “Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Surabaya Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19.”

Dr. Paksi C.K Walandouw – Wakil Kepala LD FEB UI memaparkan, “Adanya riset ini menunjukkan pentingnya peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi. Kondisi pandemi tentu menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis.

Salah satu adaptasi itu adalah adanya perubahan usaha dari yang sebelumnya tradisional menjadi usaha digital. Dari riset ini, tampak pula bahwa para pelaku usaha cukup realistis melihat dampak panjang dari pandemi. Akan tetapi mereka juga tetap optimis bahwa dengan berada dalam suatu ekosistem digital, usaha mereka dapat tetap tumbuh dan penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi.”

Riset LD menunjukkan bagaimana GoFood menjadi penyangga ekonomi di Kota Surabaya bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional. Riset menemukan 69%Mitra GoFood yang disurvei baru bergabung saat pandemi COVID-19 (sejak Maret 2020). Di antara mitra tersebut, 95% adalah pengusaha skala mikro. Lebih lanjut lagi, 46% di antara mereka merupakan pengusaha yang pertama kali mulai berbisnis.

Riset LD juga menemukan bahwa mayoritas mitra UMKM menganggap mereka mampuberadaptasi di situasi pandemi karena berada di ekosistem Gojek. UMKM yang merasa mampu beradaptasi selama pandemi dengan menjadi mitra adalah 89% mitra UMKM GoFood, 97% mitra UMKM social seller  pengguna GoSend, dan 89% mitra UMKM GoPay.

Hal ini dikarenakan, mitra menganggap solusi teknologi dan non teknologi dari Gojek membantu keberlangsungan usaha mereka. Mitra UMKM GoFood merasakan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri via aplikasi GoBiz (71%) dan periode promosi GoFood (72%). Sementara mitra UMKM social sellers pengguna GoSend sangat merasakan manfaat dari fitur Layanan GoSend dalam Kota (82%) dan Layanan GoSend Antar-Kota (37%). Sedangkan, Mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur penerimaan pembayaran non tunai (83%) dan aplikasi GoBiz (60%).

Bahkan, mayoritas mitra UMKM GoFood akan tetap bermitra dengan Gojek untuk jangka panjang (89%), karena mereka merasa dapat bertahan bersama Gojek (89%). Sekitar 88% mitra juga cenderung optimis bersama Gojek usaha mereka akan tetap tumbuh, penghasilan kembali seperti sebelumnya, dan dapat mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.

Riset LD juga mengungkapkan, 86% mitra driver di Kota Surabaya mendapatkan bantuan dari Gojek selama masa pandemi Covid-19 dan 82%  mitra mengapresiasi bantuan tersebut.

“Semangat gotong royong sangat tercermin di ekosistem Gojek dalam bentuk upaya saling membantu di tengah pandemi. Di mana 40% mitra driver masih memberikan bantuan sosial kepada keluarga, tetangga, dan sesama mitra. Mitra juga optimis penghasilannya akan kembali seperti sebelumnya (69%) dan 78% dari mitra driver optimis bahwa kemitraan mereka dengan Gojek dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. 89% dari mitra driver juga akan melanjutkan kemitraan dengan Gojek seterusnya dengan batas waktu tak terhingga.”

Di sisi lain Rumayya Batubara – Research Institute of Socio-Economic Development & Lecturer at Department of Economics Universitas Airlangga menyampaikan dalam paparannya ”Opportunity di Era Pandemi” juga menyampaikan peran Gojek bagi klaster UMKM di Kota Surabaya “Ekosistem Gojek sangat membantu mobilitas masyarakat tetap dapat terjadi hingga kontraksi pertumbuhan tidak terlalu dalam, dimana ada mobilitas disitu ada perputaran ekonomi.Ekosistem Gojek mampu membantu perluasan jenis produk, mempermudah transaksi secara contactless baik menggunakan aplikasi Gojek maupun membayar dengan menggunakan Gopay, serta memperluas pasar dengan GoSend yang saat ini mampu menjangkau antar kota di pulau Jawa, dan saya sangat mengapresiasi dukungan teknologi yang dimiliki Gojek untuk UMKM di Kota Surabaya” terangnya.

Melengkapi dukungan Gojek kepada UMKM, Gojek melalui inisiatif J3K telah melibatkan semua elemen di ekosistem Gojek (Mitra Driver, Merchant GoFood dan pelanggan) untuk mengedepankan tiga elemen penting  yaitu Jaga Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan guna mencegah penyebaran COVID-19 selama menghadirkan layanan untuk pelanggan di Kota Surabaya.

Sumber: https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/10/06/217457/gojek-bantu-umkm-surabaya-bertahan-saat-pandemi

Berita yang sama juga dimuat pada: https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/10/09/218229/riset-ld-feb-ui-konsumen-andalkan-gojek-untuk-adaptasi-kebiasaan-baru

Leave a Reply