Kuliah Umum MM FEB UI, “Navigating Career After Graduate School”

Kuliah Umum MM FEB UI, “Navigating Career After Graduate School”

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (11/8/2020) Magister Manajemen FEB UI mengadakan Kuliah Umum mengenai grow your career webinar series, bertajuk “Navigating Career After Graduate School”, yang diisi oleh narasumber Steven Augustino Yudiyantho, Group Head Human Capital Strategy and Talent Management PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, dengan moderator Melia Retno Astrini, pada Selasa (11/8/2020).

Steven Augustino Yudiyantho, mengatakan bahwa 60% orang dewasa yang bekerja, sepenuhnya menyesali pilihan karier yang diperoleh. Alasan utama ialah mereka gagal dalam menemukan tujuan dan kekuatan dalam berkarier, kegagalan untuk memfokuskan pikiran, kegagalan untuk mendefinisikan pentingnya pekerjaan yang dipilih, dan kegagalan mendefinisikan tentang arti kesuksesan.

Pada dasarnya, pilihan berkarier ada pada diri sendiri bukan tergatung orang lain. Apabila tidak suka dengan pekerjaan yang digeluti, tetapi kita mempunyai jiwa purpose, passion, and be patience, maka kita bisa merasa nyaman dengan pekerjaan tersebut. Selain itu, apabila ingin mengalami kenaikan jenjang karier, kita perlu meningkatkan kemampuan lain di luar jobdesk pekerjaan yang digeluti. Misalnya, bisa mengerjakan pekerjaan atasan, atau lainnya tanpa menjatuhkan atau menggantikan posisinya, karena itu bisa untuk pembelajaran dalam meningkatkan softskill.

“Anda bisa belajar agility dengan cara memberikan hasil dalam situasi yang menantang pertama kali, suka bereksperimen dan nyaman dengan perubahan, komunikator terampil yang dapat bekerja dengan beragam jenis orang, kemampuan untuk mengkaji masalah dengan cara yang unik dan tidak biasa dengan memahami sejauh mana seseorang mengetahui kekuatan dan kelemahannya,” ucap Steven.

Lanjut Steven, dalam kaitannya, belajar agility dibagi ke dalam 2 kluster, yaitu agility enablers dan agility inventory. Mempelajari agility enablers terdapat 5 kriteria, pertama, innovating bahwa tidak ada rasa takut untuk menantang status quo. Kedua, performing untuk tetap tenang dalam menghadapi kesulitan. Ketiga, reflecting dengan berkomunikasi untuk merefleksikan pengalaman orang lain. Keempat, risking dengan menempatkan diri dalam situasi yang menantang. Kelima, defending dengan mempunyai sifat terbuka untuk belajar dan menahan godaan untuk menjadi defensif dalam menghadapi kesulitan.

Sedangkan, mempelajari agility inventory terdapat 5 kriteria, pertama, innovating (tantang diri Anda untuk menemukan solusi baru, jadikanlah brainstorming ide-ide baru sebagai kebiasaan). Kedua, performing (ketika dihadapkan pada sesuatu yang baru, carilah persamaan antara situasi dan hal-hal yang telah Anda lakukan, ajukan pertanyaan untuk memahami untuk tidak dipahami, ketika Anda merasa stres maka berhenti sejenak). Ketiga, reflecting (temukan seseorang yang Anda percayai untuk memberi umpan balik yang terbuka dan jujur). Keempat, risking (ambil tantangan baru yang membuatmu takut). Kelima, defending (memandang umpan balik sebagai hadiah yang diberikan seseorang kepada Anda dan tahan godaan untuk menanggapi umpan balik terutama pada awalnya).

“Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya,” imbuh Steven yang diambil dari kutipan Abraham Lincoln di akhir presentasinya. (hjtp)

 

Leave a Reply