Ari Kuncoro Jadi Narasumber dalam Zooming with Primus Berita Satu TV Bahas DPR Bantu Pemulihan Ekonomi

0

Ari Kuncoro Jadi Narasumber dalam Zooming with Primus Berita Satu TV Bahas DPR Bantu Pemulihan Ekonomi

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

JAKARTA – Sudah hampir 3 bulan, kita hidup dalam situasi pandemi Covid-19 dengan menerapkan social atau physical distancing dan PSBB serta protokol kesehatan yang berdampak pada aktivitas seseorang untuk bekerja, belajar, beribadah, dan lainnya dilakukan dari rumah. Sehingga, perekonomian mengalami kontraksi sangat signifikan diluar dugaan siapa pun termasuk pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR RI.

Rektor Universitas Indonesia, Profesor Ari Kuncoro, mengatakan pandemi Covid-19 berdampak terhadap perekonomian yang mengharuskan untuk membangun suatu mindset terhadap sisi permintaan bertemu lagi dengan sisi produksi.

“Dalam hal itu, Eropa memberikan alternatif bahwa perlu adanya kreativitas/inovasi di tempat transaksi publik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengubah norma lama menjadi norma baru dalam bertransaksi, baik di restoran, transportasi, mall, pariwisata, perhotelan, dan sebagainya. Dunia perguruan tinggi terutama UI pun sudah menerapkan belajar bagi mahasiswa dan bekerja bagi karyawan yang dilakukan dari rumah,” ucap Ari Kuncoro sebagai narasumber dalam acara Zooming with Primus di Berita Satu TV, dengan topik “DPR Bantu Pemulihan Ekonomi”, pada Jumat (22/5/2020).

Dalam menjaga stabilitas perekonomian, Bank Indonesia (BI) memberikan likuiditas untuk mengatasi pelebaran defisit dengan membeli surat berharga pemerintah di pasar perdagangan. Artinya, ini memberikan likuiditas kepada para bank yang diminta melakukan restrukturisasi, baik pokok maupun bunga, sehingga bila tidak ada permintaan dari konsumen maka korporasi masih berjalan dan ini hanya bersifat sementara.

Walaupun sulit, ini sudah menjadi tugas pemerintah dan DPR RI dalam mengambil keputusan berisiko dan harus berpikir multidimensi. Untuk itu, likuiditas BI tidak satu-satunya yang relevan untuk menjaga perekonomian, bisa juga dari sisi korporasi, rantai pasokan, UMKM yang bisa dipertemukan untuk saling berjalan/berproduksi.

“Dengan demikian, pemerintah dan DPR RI perlu mengambil kebijakan kerangka pemulihan ekonomi melalui kerjasama terhadap habitat makro untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan membentuk integrasi BUMN dengan kementerian agar bisa dijadikan contoh model usaha lain,” tutup Ari Kuncoro.