Zaekhan Kaji Decoupplling Konsumsi Energi dan Emisi CO2 Industri Manufaktur 

0

Zaekhan Kaji Decoupplling Konsumsi Energi dan Emisi CO2 Industri Manufaktur 

 

 

Melva Costanty – Humas FEB UI
DEPOK – Program Pascasarjana Ilmu Ekoonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Zaekhan (1306435556) di Auditorium Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Kampus Depok, pada Jumat (20/12/2019).
Sidang Promosi ini doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Ine Minara S. Ruky, dengan pembimbing, Prof. Nachrowi D. Nachrowi, Ph. D (Promotor), Dr. Djoni Hartono (Ko. Promotor 1), dan Dr Widyono Soetjipto (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Diah Widyawati, Ph. D (Ketua Penguji), Teguh Dartanto, Ph.D, Vid. Adrison, Ph.D, T. M. Zakir Machmud, Ph.D dan Daniel Suryadarma, Ph.D.
Disertasi yang diangkat berjudul “Decouplling Konsumsi Energi dan Emisi CO2 dalam Industri Manufaktur (Indonesia). Zaekhan memilih topik ini karena keprihatinan terhadap ketahanan energi, terutama energi dari fosil yang masih banyak digunakan. Penggunaan energi fosil berdampak pada perubahan iklim karena mengeluarkan CO2 dan mengakibatkan pemanasan global. Zaekhan juga tertarik untuk mengetahui standar penggunaan energi pada industrinya.
“Kondisi di Indonesia, sebenarnya bukan kondisi Indonesia saja, tapi kondisi di dunia ada namanya isu ketahanan energi. Jadi, energi fosil kita semakin lama semakin habis. tapi di satu sisi jika kita menggunakan energi fosil terus-menerus, dengan dampaknya terhadap lingkungan itu mengeluarkan CO2 dan itu berdampak pada perubahan iklim. Seperti yang kita rasakan disini kan ada yang namanya pemanasan global. Itu salah satu perubahan iklim. Nah, itu salah satu motivasi saya kenapa saya mau menulis disertasi ini. Di satu sisi, industri kita ingin ada standar penggunaan energinya seperti apa, industrinya seperti apa, itu harus ada standarnya. Itu sudah tuntutan global,” ujar Zaekhan.
 
Salah satu tantangan yang dihadapi Zaekhan dalam pengerjaan disertasinya adalah data tahunan yang yang berubah-ubah. Namun, diskusi dengan pembimbing membantunya mengatasi hal ini. “Saya sempat stuck itu mengenai data. Kelemahan di Indonesia itu, terutama data. Setiap tahun dari beberapa lembaga survey, data yang masuk itu tidak sama perusahaan. Jadi perusahaan yang keluar masuk itu berubah-ubah dan hal itu mengganggu panel data. Misalkan perusahaan ini tahun 2010 dia masuk, ternyata tahun 2011 dia hilang. Nah itu ternyata banyak data yang hilang. Akhirnya dengan hasil diskusi dengan beberapa pembimbing, sebaiknya kita cari data yang konsisten, yang tiap tahun ada. dan itu kita bisa. Itu sempat stuck sekitar 1 tahun.”
Mencari teman diskusi menjadi salah satu strategi Zaehan yang dilakukan dalam penulisan disertasinya. “Cari teman diskusi. Karena kalau stuck itu kan kita kumpul-kumpul satu angkatan. Makanya, tadi Kebersamaan kita itu tetap harus terjaga. karena itu saling memotivasi. karena nasib setiap orang tidak sama kan. Nah itu kalau kita stuck masalahnya dimana, apa yang bisa di bantu. Kalau stuck tentang metode, saya kerumahnya salah satu teman, Bu Asih. Sintax patennya gimana. Meskipun setelah ujian hasil disanggah sama penguji/teman yang lain. Jadi terus belajar. kalau kita stuck, siapapun yang bisa bantu kita. kita kejar. Atau teman-teman yang lain di S3 juga, kalau mereka stuck di matematik. Mereka juga ke saya dari segi pemodelannya, tapi dari segi substansinya mereka lebih tahu”
Zaekhan menyampaikan semangat untuk mahasiswa program doktoral lain yang sedang menulis disertasi. “Karena kelemahan kita. Kalau stuck itu malu ketemu pembimbing, mungkin dianggap bodoh, ini nggak bisa atau apapun itu. Tapi ‘kan kita harus jalan terus.”
Dengan demikian, Dewan Pimpinan Sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Zaekhan dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil mendapat gelar Doktor yang ke-113 Bidang Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Zaekhan! (Des)