Dosen Tamu dari Jepang Ajarkan Mahasiswa PPIE FEB UI Ekonometrika Moderen untuk Inferensi Kausal

0

Dosen Tamu dari Jepang Ajarkan Mahasiswa PPIE FEB UI Ekonometrika Moderen untuk Inferensi Kausal

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – Mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) FEB UI dibekali ilmu pengetahuan ekonometrika dasar modern oleh dosen tamu yang berasal dari Jepang dan berlangsung di ruang 401-402, Gedung Pascasarjana, pada Jumat – Sabtu (20–21/12/2019).

Kuliah ini bertemakan “Short Course On Modern Econometrics Focusing On The Causal Inference” yang membahas seputar instrumental variables yang masih ada kaitannya dengan lanjutan materi yang sudah berlangsung secara online melalui skype yaitu introduction to the causal inference, statistical vs causal inference, experiments. Kegiatan ini dibuka oleh Diah Widyawati selaku Sekretaris Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi FEB UI.

Graduate School for International Development and Cooperation Hiroshima University, Yuichiro Yoshida mengatakan efek kausal merupakan hasil (potensial) dengan treatment atau hasil ‘potensial’ tanpa treatment. Logika visual variabel instrumental memperkirakan dampak ‘Pergi ke luar negeri atau tidak’ pada ‘Pendapatan Masa Depan’ dengan menggunakan IV yang ditetapkan secara acak.

Masalah mendasar dari inferensi kausal ialah kita hanya dapat melihat satu versi hasil di tingkat unit. Hasil kontrafaktual akan terjadi jika perawatan berbeda. Sementara, kausalitas dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara hasil aktual dan kontrafaktual. Sedangkan, eksperimen mengontrol semua kondisi lain kecuali dengan atau tanpa pupuk, tetapi eksperimen acak tidak perlu mengontrol kondisi lainnya.

Dalam ekonometri dasar ini, Anda harus mampu untuk melakukan causal reference untuk bisa melakukan evaluasi causal impact dengan benar. Untuk mendapatkan ide mengenai causal reference ini terkadang kita sering menggunakan matematika yang rumit, banyak equation secara teknis yang sangat sulit. Jika Anda melihat pada text of causal reference, beberapa memang menjelaskan dengan baik dan tidak rumit dalam menyampaikan idenya. Tapi di sisi lain, cukup sulit bagi mahasiswa untuk mempelajari konsep ini hanya dengan text book saja.

“Saat ini terjadi pergeseran paradigma dalam melakukan analisis ekonometri. Hal ini sangat penting bagi mahasiswa PPIE FEB UI yang sangat dekat dengan regulasi atau Undang-Undang (policy-oriented) dan kuat dalam analisis. Metodologi ini merupakan pergerakan baru untuk akademika dan pembuat kebijakan serta memberikan dampak yang benar terhadap variasi yang terjadi,” imbuhnya.

Lanjut dia, merasakan ini tidak akan sia-sia. karena mahasiswa UI mampu dan sangat berbakat. Tidak hanya dalam kapasitas secara akademik tapi juga background mereka. Banyak mahasiswa yang berlatar belakang dari pemerintahan dan sudah bekerja disana beberapa tahun.

“Mereka mengetahui isu-isu yang sedang hangat dan masalah yang sebenarnya terjadi dalam negara ini dan latar belakang yang sangat bagus. Satu hal lagi yang perlu ditingkatkan/disempurnakan adalah menemukan metodologi yang tepat untuk ide-ide mereka, dan ‘memasak’ bahan dan sumber yang mereka miliki,” tutupnya dalam keterangan saat diwawancarai. (Des)