Tingkatkan Kualitas Publikasi Dosen, Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI Adakan Konferensi Mini dan Lokakarya Penulisan Akademik

Tingkatkan Kualitas Publikasi Dosen, Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI Adakan Konferensi Mini dan Lokakarya Penulisan Akademik

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

BOGOR – Dalam meningkatkan kualitas publikasi terhadap dosen dan perkembangan terkini yang terjadi di lingkungan internal, Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI selenggarakan Mini Conference and Workshop on Academic Writing yang berlangsung di ruang Blessing, The Forest Resort Hotel, Bogor, pada (22–24/11/2019).

Kegiatan diawali oleh pembukaan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI. Dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dibagi ke dalam 3 sesi yaitu sharing publikasi (tidak) susah & strategi mencari jurnal, mencari ide penelitian & publikasi, dan mengubah project menjadi artikel.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI, Teguh Dartanto membuka jalannya kegiatan ini bahwa publikasi merupakan suatu keniscayaan yang diperlukan untuk menjadi dosen tetap dengan memiliki jabfung untuk bisa naik pangkat dan melaksanakan kewajiban khusus seperti LK & GB. Kebutuhan dosen baru mencapai 2-3 per tahun dengan relasi 1 PNS & 2 usulan baru. Selain itu, PhD di LPEM sebanyak 2 & penambahan 2 PhD dalam kurung waktu 2 tahun ke depan serta 4 PhD dalam 3-5 tahun ke depan.

“Tujuan kegiatan ini sebagai pertemuan dan silaturahmi antar dosen Ilmu Ekonomi, update database, dan sharing session terhadap perkembangan Departemen Ilmu Ekonomi terkait AACSB & SDM Departemen, refreshing & workshop academic writing. Maka, fokus kegiatan ini di antaranya sharing terhadap publikasi seperti kendala yang dihadapi, dosen yang aktif publikasi, dan coaching. Target acara yang diharapkan bisa memuat draft introduction dari artikel, roadmap penyelesaian, dan kolaborasi antar dosen,” ucap Teguh Dartanto.

Sesi 1: Sharing Publikasi (tidak) Susah & Strategi Mencari Jurnal

Djoni Hartono selaku dosen pada Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI memaparkan bahwa Dikti membedakan 3 tipe penulis jurnal, yaitu penulis pertama, utama, dan baru. Saat ingin melakukan publikasi di scopus yang menjadi permasalahan selama ini mengenai substansial untuk proses pengelolaan jurnal. Kebanyakan dari penulis menggunakan jurnal Q2 SJR 0,3 terindeks Scopus.

Teguh Dartanto selaku Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI menyambungkan bahwa strategi dalam memilih jurnal yang bagus bernama jurnal top provider. Pengalaman yang sering muncul di Indonesia selama ini dalam penulisan jurnal ditemukan bahwa introduction selalu menonjol di awal. Rata-rata paper/jurnal yang ditulis oleh para dosen tentang metodologi econometric yang dibahas sangatlah bagus, namun titik lemahnya ada di bagian introduction dan practice analysis problem. Sementara itu, abstrak di dalam jurnal memiliki banyak style seperti 150, 200, dan 250.

Sesi 2: Mencari Ide Penelitian & Publikasi

Vid Adrison selaku Ketua Program Studi MPKP FEB UI, mengatakan pengalaman sebelum mensubmit online, saya akan kasih jurnal/paper kepada ketiga profesor, dimana 2 profesor berasal dari UI dan 1 profesor dari Jepang. Saat ini, penelitian yang banyak dilakukan ialah mikro, karena data mikro sudah banyak tersedia dibandingkan dengan data makro.

“Contoh jurnal terkait aspek kebijakan kesehatan, dimana artikel dan tulisannya sangat bagus, namun susah mendapatkan human reach, broader audience. Maka, signify ke dalam bahasa yang sederhana sehingga broader audience lebih mudah diperoleh. Selain itu, contoh data susenas mengenai apakah Anda sering membakar sampah? Dari situ akan terdapat informasi perilaku masyarakat yang membakar sampah apakah sering, pernah, dan jarang. Research nya tetap harus kita cari dengan related assisting literature. Untuk mahasiswa, saya selalu memberikan masukan untuk selalu fokus dengan isu pekerjaannya, karena mereka mengerti knowledge dan kami diberikan insight dari sisi akademik,” jelas Vid Adrison.

Sesi 3: Mengubah Project Menjadi Artikel

Abdillah Ahsan selaku Wakil Kepala PEBS FEB UI, menyampaikan untuk menulis sebuah project paper sampai publish ke jurnal scopus Q1, Q2, Q3 kita harus melakukan kolaborasi dengan institusi/lembaga, universitas yang berkaitan dengan topik dan data penelitian yang kita tulis.

Alin Halimatussadiah selaku dosen pada Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI, menyambungkan bahwa untuk mengerjakan sebuah proyek ibarat simbiosis mutualisme, yang artinya kita bisa deliver better dalam hal donor. Front looking sampai ke publikasi jurnal biasanya kita lebih serius dalam data, metodologi, dan survei. Sehingga, bisa meningkatkan kualitas konsultasi. (Des)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply