MM FEB UI Pelajari Strategi Bisnis Era Digital dari Kalbe Farma

MM FEB UI Pelajari Strategi Bisnis Era Digital dari Kalbe Farma

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

JAKARTA – Dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa terhadap mata kuliah Sistem Bisnis Perusahaan yang dikoordinatori oleh Athor Subroto & Arviansyah serta diprakarsai oleh iCIO Community, Program Studi Magister Manajemen FEB UI menghadirkan dosen tamu praktisi yang membahas mengenai “e-Business Strategy” yang berlangsung di ruang CIMB Clicks, pada Senin (7/10/2019).

IT Professional and Project Management PT. Kalbe Farma, Tbk, Danny Natalies memaparkan bahwa transformasi digital merupakan cara kita mengadopsi suatu teknologi paling canggih dan terkini dengan diimbangi oleh strategi untuk mengadopsi era-era yang berbasis digital atau era milenial yang mampu memberikan impact.

Pada dasarnya, Kalbe Farma sudah melakukan transformasi digital dengan prinsip tetap relevan, ke depan/terkini, membawa lebih banyak nilai, dan menciptakan nilai-nilai baru. Digitalisasi yang dilakukan oleh Kalbe Farma sudah melalui proses stratejik, manajemen, divisi/unit, dan end user.

Sementara itu, berdasarkan komposisi angkatan kerja di Indonesia pada Januari 2019 menunjukkan bahwa 17,96% didominasi oleh generasi milenial dengan jumlah 62.570.920 tenaga kerja. “Prediksi tahun 2020 akan terjadi pergeseran pelanggan sesuai dengan lintas generasi yang nantinya akan didominasi oleh para milenial sebesar 36%. Maka, pelaku bisnis khususnya Kalbe Farma perlu melakukan reputasi digital untuk generasi milenial sesuai era digital sekarang ini,” tuturnya.

“Kalbe Farma melakukan strategi untuk para influencer, karena sepertiga penduduk di Indonesia sangat aktif di media sosial. Inovasi terhadap media sosial bisa masuk ketika regulasi & permintaan semakin tinggi. Maka, IT framework untuk grup Kalbe terhadap media sosial dengan menerapkan 3 kluster, yakni aplikasi, infrastruktur, dan operasi model. Selain itu, melakukan digital group yang disebut Kalina (Karsa Lintas Buwana) untuk solusi bisnis & komunikasi dalam ruang lingkup Kalbe,” imbuhnya.

“Ini merupakan bentuk nyata dari momen transformasi digital bahwa kita harus membidangkan sesuatu yang tadinya secara offline dan sekarang mulai dipindahkan ke suatu perangkat digital dengan proses dan knowledge dengan tujuan agar tetap bisa bersaing di dunia bisnis secara Nasional maupun Internasional,” tutupnya. (Des)