FEB UI Kembali Mencetak Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2019

0

FEB UI Kembali Mencetak Mapres Tingkat Nasional 2019

Delli Asterina~ Humas FEB UI

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia kembali mencetak mahasiswa berprestasi nasional. Setelah Evita Martha (Ilmu Ekonomi 2015 & Mapresnas 2018), kini FEB UI kembali menghasilkan mahasiswa berprestasi nasional tahun 2019 bernama I Gede Sthitaprajna Virananda mahasiswa Ilmu Ekonomi angkatan 2016 FEB UI.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menetapkan I Gede Sthitaprajna Virananda dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebagai pemenang pada Pemilihan Mahasiswa Beprestasi (Pilmapres) jenjang sarjana.

Pemenang ditetapkan melalui berbagai jenis penilaian, mulai dari gagasan dalam bentuk karya tulis, poster dan presentasi, hingga aktivitas sosial dan kepribadian para peserta.

I Gede, yang akrab dipanggil Jana meraih juara setelah menyisihkan para finalis lainnya dalam ajang yang digelar di Bogor, dari tanggal 23-25 Juli 2019.

Pilmapres 2019 digelar oleh Direktorat Kemahasiswaan Kemenristek Dikti. Tahun ini Pilmapres 2019 mengusung tema “Sustainable Development Goals.”

Sebelum Jana dinyatakan juara utama, ada sebanyak 30 finalis yang mengikuti tahap akhir Pilmapres Nasional 2019. Mereka berasal dari dari Perguruan Tinggi se-Indonesia yang terdiri atas 15 mahasiswa Program Sarjana dan 15 mahasiswa Program Diploma.

Pada tahap akhir tersebut, para finalis mempresentasikan dan mempertahankan karya ilmiahnya. titik berat yang diangkat adalah pada pemanfaatan teknologi informasi maupun pengembangan hasil inovasi yang dapat didiseminasikan secara luas.

Jana dalam presentasinya menyampaikan gagasannya dalam ajang Mapres Nasional yang berjudul ‘Despro: Strategi Pengembangan Klaster Industri Desa Berbasis Pemasaran E-commerce di Indonesia.’ Karya tulisnya membicarakan mengenai pemerataan pembangunan dengan memanfaatkan e-commerce di daerah perdesaan.

Melihat daerah perdesaan Indonesia yang tertinggal dari segi kemiskinan, ketenagakerjaan, dan industri, Jana melakukan studi pustaka, dan mensintesis suatu gagasan pembangunan perdesaan berbasis e-commerce, yaitu program Despro. Despro merupakan sebuah program pengembangan desa-desa dengan klaster industri berbasis potensi lokal yang berjualan melalui e-commerce, difasilitasi oleh jaringan agen dari warga setempat.

“Saya terinspirasi dari fenomena desa-desa Taobao di Tiongkok. Terdapat 3000 lebih desa di sana yang berkembang karena warganya saling berjualan daring di Taobao.com.Melihat Indonesia yang sektor e-commerce-nya juga tumbuh pesat, saya mengulas bagaimana model pembangunan desa serupa dapat disesuaikan dan diimplementasi di Indonesia,” kata Jana.

Jana merupakan mahasiswa UI semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) program studi Ilmu Ekonomi. Mahasiswa asal Bali ini memiliki sederet prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Masing-masing jenjang lomba telah dinilai oleh sejumlah 12 juri.

Jana mengikuti mahasiswa berperstasi karena percaya bahwa penilaiannya yang komperhensif, mulai dari gagasan tertulis, presentasi, bahasa inggris, karakter individu, hingga kebermanfaatan sosial. Jana pun berhasil meraih prestasi di berbagai perlombaan ekonomi dan debat bahasa inggris hingga jenjang internasional.

Tak hanya menginspirasi melalui gagasan dan prestasinya, Jana mampu memberdayakan lingkungan sekitarnya. Ia merupakan presiden dari Student Catalyst Jabodetabek yang menjadi wadah 56 mahasiswa dari tujuh kampus untuk berdiskusi dan mengembangkan diri.

Melalui komunitas itu Jana berhasil membantu anggotanya untuk lomba di Spanyol, hingga menjadi periset untuk Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, Jana percaya bahwa gagasan kajian ekonomi perlu disampaikan kepada masyarakat untuk memunculkan diskursus kritis terkait kondisi ekonomi terkini. Karenanya sebagai Kepala Divisi Kajian Ekonomi Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi UI, ia seringkali menyampaikan gagasan melalui media sosial, baik lisan maupun tulisan.

“Dalam hidup kita hanya memiliki hak untuk melaksanakan kewajiban kita, tetapi kita tidak memiliki hak atas hasil dari perbuatan kita. Oleh karena itu, lakukanlah segala sesuatu dengan penuh ikhlas, dan bermanfaat bagi sesama,” katanya.

Capaian tersebut juga disyukuri Dekan FEB UI, Prof. Ari Kuncoro, Ph.D.

Beliau menilai mehasiswa yang mengikuti pilmapres bisa mengukur keseimbangan ilmu yang dimiliki. Yakni akademis di dalam maupun di luar kelas.

“Bisa saja mawapres ini tidak memiliki nilai IPK yang tertinggi. Namun, ketika dihadapkan dengan beragam masalah, dia bisa menyelesaikan secara aplikatif. Itu yang sebenarnya dibutuhkan,” ujarnya.

Sederet prestasi Jana yang lainnya juga pernah memenangkan kompetisi internasional bertajuk Champion of Deloitte Tax Challenge South East Asia 2019 ; Champion of The 16th Economix: Global Economic Challenges ; Winner of The 18th Indonesia Capital Market Student Studies ; 1st Best Team of The 15th MIST ; Diplomatic Commendation of Economic and Financial Committee in Harvard National MUN 2018. Jana juga pernah menjabat sebagai Presiden Students Catalyst Jabodetabek, Kepala Divisi Kajian Kanopi FEB UI, dan Wakil Ketua Pendidikan, Keilmuan dan Kerohanian di Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma UI.

 

Leave a Reply