KKI FEB UI Ramaikan Open House Kelas Internasional UI 2019

KKI FEB UI Ramaikan Open House Kelas Internasional UI 2019

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

JAKARTA – Kelas Khusus Internasional FEB UI turut meramaikan open house Kelas Internasional UI yang diprakarsai oleh Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI berlangsung di Auditorium Imeri, FKUI, Salemba, pada Sabtu (22/6/2019).

Kegiatan ini memperkenalkan program Kelas Internasional yang berada di UI termasuk FEB kepada publik melalui tiga hal yaitu presentasi, talkshow dan pameran stand booth yang disediakan untuk berkonsultasi lebih intens dengan para koordinator stand, seperti informasi mengenai persyaratan masuk, kurikulum, universitas partner, dan masalah biaya.

Program KKI FEB UI ini merupakan program pendidikan Jenjang Sarjana (S-1) dengan orientasi dan standar internasional yang dikhususkan bagi mereka yang ingin memperoleh pendidikan terbaik di FEB UI dan juga pada universitas-universitas berkelas dunia.

Pada dasarnya, ada 2 jalur yang ditawarkan oleh KKI FEB UI, yaitu single degree dan double degree. Perbedaannya, terdapat pada gelar pendidikan yang diperoleh nanti. Untuk single degree hanya mendapat gelar dari UI saja, sedangkan double degree mendapat dua gelar, yaitu dari UI dan universitas mitra berkelas di luar negeri.

Menurut Asisten Kaprodi bagian External Relations, Shahnaz Natasya Arina bahwa universitas partner dari KKI FEB UI sangatlah banyak dan sudah ada sejak 2004. Seiring berkembangnya waktu, universitas partner kita terus berkembang. Saat ini, sudah menjalin kemitraan atau kerjasama dengan 9 universitas terkemuka yang tersebar di Australia dan Eropa.

“Selain itu, kelebihan dari KKI FEB UI ialah bisa memilih single degree atau double degree. Misalnya, apabila masuknya double degree dan mau pindah ke single degree sangatlah bisa. Sedangkan dari single degree lalu ingin pindah ke double degree sangatlah sulit, karena dilihat terlebih dahulu dari segi nilai IPK,” jelasnya.

Cara pemilihan jalurnya tergantung dari Jurusan pada mahasiswa. Untuk mahasiswa akuntansi hingga saat ini masih sangat terbatas pilihan universitas partner, karena masih ada PSAK sistem akuntansi. Sementara itu, ilmu ekonomi dan manajemen pilihan universitas partnernya sangat leluasa. Nilai IPK menjadi pertimbangan di setiap universitas partner, karena masing-masing memberikan batas minimum nilai IPK yang berbeda-beda.

“Dari semua itu, yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa ialah performance academic, biaya dari universitas partner tujuan, nilai IPK, dan english requirement,” tutupnya. (Des)