Sidang Skripsi, 2 Mahasiswa FEB UI Diuji Menkeu Sri Mulyani

Sidang Skripsi, 2 Mahasiswa FEB UI Diuji Menkeu Sri Mulyani

Empat mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menjalani sidang skripsi pada awal pekan ini. Berbeda dengan sidang skripsi pada umumnya, salah satu dosen pengujinya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia dan juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Sidang skripsi tentu menjadi puncak perjuangan seorang mahasiswa strata 1 untuk memperoleh gelar sarjana.
Momen ini biasanya membuat sang mahasiswa gugup karena harus mempertanggungjawabkan penelitiannya di hadapan dosen penguji.

Sidang yang dijalani Prima berlangsung pada Selasa (18/6/2019) dengan tema The Impact of Intermediate Input Import on Indonesia’s Manufacturing Export Performance of the Global and Non-Global Production Network: Firm-Level Data Analysis. Ia menjadi salah satu orang yang ditunjuk oleh departemen di kampusnya untuk menyampaikan hasil penelitiannya di depan SMI.

“Dari Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI ada empat orang yang ditunjuk untuk presentlangsung di depan Bu Menteri. Ada saya, Khaira, Mendra dan Meila. Memang pertimbangannya adalah topik skripsi yang menarik, namun juga relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Prima.

Prima mengaku gugup karena mendapatkan kesempatan berharga menyampaikan gagasannya di hadapan seorang menteri.

“Tapi ini memang kesempatan yang jarang, jadi senang banget juga rasanya. Diberi pemberitahuannya itu Kamis 13 Juni (H-5 sidang), langsung susah tidur malam itu,” ucap Prima.

Meskipun begitu, progres persiapan sidang yang dilakukan Prima sudah mencapai tahap pembuatan PPT, sehingga tidak banyak menyita waktu untuk persiapan yang lainnya, terutama kesiapan mental dan penguasaan materi.

“Tapi untungnya saat itu memang skripsi saya sudah selesai, dan sedang proses membuat file PPT-nya. Jadi meskipun mepet dan enggak bisa tidur tapi persiapannya Alhamdulillah sudah lumayan,” ucap Prima.
Prima tidak ingin melewatkan kesempatan ini begitu saja. Ia mempersiapkan diri seoptimal mungkin agar sidang skripsinya dapat berjalan lancar.

“Ini kesempatan langka bisa langsung menyampaikan ide dan penemuan saya ke Bu Menteri. Mungkin bisa jadi kesempatan sekali seumur hidup. Terutama memang saya ingin setelah ini ada riset-riset baru yang bisa melengkapi riset saya. Makanya begitu dikasih tahu, langsung latihan dan latihan,” kata Prima.

Suasana Sidang

Selama sidang yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam itu, Prima menyebut sosok Sri Mulyani banyak memberi masukan yang membangun dan memberikan pertanyaan yang tajam.

“Selama sidang atmosfernya serius tapi positif. Pertanyaan Bu Sri Mulyani juga sharp dan deep. Tapi dari pertanyaan-pertanyaan itu, Bu Sri Mulyani banyak memberi masukan-masukan membangun dan berharga sekali, terutama untuk next thesis yang bisa saya buat dan develop,” ujar mahasiswa yang berdomisili di Depok ini.”

Secara umum, Prima menyebut suasana sidang ketika itu banyak diisi dengan diskusi dan pertukaran gagasan atai ide pikiran dan semua berjalan dengan lancar.

“Harapannya juga memang ini bisa jadi motivasi buat teman-teman dan adik adik angkatan selanjutnya untuk bisa hasilkan skripsi yang bagus juga,” ucap Prima.

Kegiatan Reguler SMI

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin SMI yang juga menjadi seorang dosen di FEB UI.
“Sebagai penguji skripsi, bisa sampai empat kali dalam satu semester, tergantung kebutuhan. Ini bagian dari kegiatan reguler beliau sebagai tenaga pengajar/dosen. Kegiatan lainnya adalah memberikan kuliah, academic writing,” kata Nufransa, dihubungi Jumat (21/6/2019) pagi.

 

Sumber : https://www.brilio.net/wow/sidang-skripsi-2-mahasiswa-ini-dapat-penguji-menteri-sri-mulyani-1906216.html