Pentingnya Manajemen Krisis Untuk Pengelolaan Brand

Pentingnya Manajemen Krisis Untuk Pengelolaan Brand

 

Melva Costanty ~ Humas FEB UI

DEPOK – Perkembangan teknologi dan media sosial memberikan dampak terhadap cara brand untuk mengelola krisis. Pada era konvensional, brand jarang mengalami krisis, salah satu faktornya karena media belum banyak variasi dan arus informasi masih dapat dikendalikan. Namun, pada era digital sekarang ini, media sosial memegang peranan penting. Semua orang dapat ‘bersuara’ karena mempunyai mediumnya sendiri dan dapat mempersepsikan suatu hal dengan persepsi tertentu sesuai yang diinginkan. Hal ini dapat memberikan efek pada bisnis, mulai dari jatuhnya reputasi, jatuhnya harga saham, bahkan turunya penjualan. Oleh karena itu, penanganan krisis menjadi penting untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, sekaligus memberikan respon yang cepat dan ekeftif jika terjadi masalah. Pentingnya manajemen krisis ini dibagikan oleh Tuhu Nugraha, konsultan bisnis digital, dalam Kuliah Umum ‘Crisis Manajement and Marketing Public Relation’ di Auditorium Mini Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Kampus Depok.

Bisnis digital bukan sekedar brand saja, tapi juga brand marketing. “Dalam bisnis digital di Indonesia yang paling fundamental,secara sistem itu belum mengetahui tahu bisnis model. Terutama pada perusahaan start up itu bukan hanya sekedar kumpulin audience, tapi berikutnya bagaimana membuat bisnis mode, cara menghasilkan uangnya tuh kan berbeda. Kalau konvesnional sudah jelas, dia tinggal mengikuti model bisnis yang sudah ada,” jelasnya.

Jika tertarik pada dunia bisnis digital, tidak cukup belajar teori manajemen. Tuhu menyarankan juga untuk belajar teknologi. “Untuk mengejar, saya harus belajar (teknologi) lagi dari dasar, bukan untuk belajar coding, tapi tentang teknologi seperti apa yang digunakan, strategik thinkingnya, bagaimana, lingkungan bisnisnya juga. Untuk belajar bisa mengikuti kursus sertifikasi online atau banyak membaca buku atau blog.” tambahnya. (des)