Akuntan Publik Harus Berinovasi Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Akuntan Publik Harus Berinovasi Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – Certified Public Accountant of Indonesia (CPA) Days merupakan wadah bagi mahasiswa untuk berkompetisi dalam menjaring bakat-bakat muda dan menguji pengetahuan mahasiswa Strata 1 (S-1) & Diploma (D-4) di Bidang Akuntansi dan Auditing. Tak hanya itu, mahasiswa juga dibekali pengetahuan dari pembicara yang kompeten di bidangnya. Acara ini diselenggarakan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) yang bertempat di Felfest Faculty Club UI, Senin (26/11/2018).

Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan RI, Bambang Karuliawasto menyampaikan keynote speech nya bahwa Indonesia memerlukan peran akuntan publik yang profesional untuk menjaga akuntabilitas dalam menjalankan independensi perpajakan di Indonesia. Pemerintah mendukung secara regulasi bagi profesi akuntan publik dalam hal menetapkan peraturan perundang-undangan untuk memberikan perlindungan hukum dan diakui oleh negara.

“Jumlah akuntan publik di Indonesia yang tersertifikasi CPA hanyalah 3.472 orang dan angka tersebut masih rendah dibandingkan dengan negara lainnya khususnya di Asia Tenggara. Pemerintah dalam hal ini melakukan dua kebijakan, yaitu perbaikan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan global dan meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia khususnya profesi akuntan publik dengan memberikan pelatihan atau sertifikasi sehingga siap bersaing secara global,” ucap Bambang Karuliawasto.

 

Dilanjutkan dengan sesi seminar yang disampaikan oleh tiga pembicara kompeten di bidangnya

Bhimantara Widyajala, S.H., Ak., MSF, CIA, CFE, CPMA selaku Plt. Kepala PPPK Kemenkeu RI menyampaikan bahwa tugas dan fungsi PPPK terhadap profesi akuntan publik, yaitu sebagai perumusan kebijakan, layananperizinan, pembinaaan, pengawasan, dan penyajian informasi. Pertumbuhan Profesi Akuntan Publik dalam dekade empat tahun terakhir dimulai tahun 2015 sebesar 1.121 orang, 2016 sebesar 1.233 orang, 2017 sebesar 1.354, dan 2018 sebesar 1.408 orang.

Tantangan Profesi Akuntan di era revolusi industri 4.0 menunjukkan bahwa setiap revolusi industri tentunya akan mendisrupsi dan menciptakan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). “Hampir 94% kemungkinan beberapa pekerjaan akuntansi dan audit menjadi otomatis dalam 20 tahun ke depan. Selain itu, untuk beberapa peran persiapan pajak, kemungkinan ini naik hampir 99%. Banyak industri lain juga melihat perkiraan yang sama tinggi,” kata Bhimantara Widyajala.

Dr. Ancella A. Hermawan selaku Ketua Departemen Akuntansi FEB UI, mengatakan hal yang harus dilakukan bagi dunia pendidikan terhadap kurikulum saat ini dengan melalukan inovasi dengan menciptakan kurikulum berbasis data analytics yang dipersiapkan untuk memberikan jaminan penuh kepada pengguna (mahasiswa) dan memberikan pernyataan yang memenuhi syarat. Data analytics memungkinkan auditor untuk memberikan jaminan penuh kepada pengguna dan pernyataan yang berkualitas berdasarkan fakta.

“Saat ini, FEB UI menerapkan salah satu kurikulum yang berhubungan dengan cognitivite flexibility untuk mata kuliah pilihan akuntansi yang bekerjasama dengan IBM, yaitu big data and cognitivite computing. Artinya, cognitivite flexibility digambarkan sebagai kemampuan mental untuk menganalisis beberapa hal dan menghipotesakannya. Tentu, ini tidak mudah, UI saat ini untuk pendekatan perkuliahaannya dengan menerapkan active learning untuk melatih komunikasi & analisisnya. Selain itu, penerapan case study yang diharapkan agar mahasiswa bisa melihat dari berbagai perspektif” ujar Ancella.

Suhartono, Ak, MPA, CA, CPA selaku Ketua IAPI menyambungkan ujian sertifikasi yang diterapkan oleh Program CPA terhadap profesi akuntan terdapat tiga spesifikasi, yaitu pertama ujian tingkat dasar dengan mata ujian yang diujikan terdiri dari pengantar ekonomi mikro & makro, pengantar manajemen, perpajakan & hukum bisnis, akuntansi biaya, manajemen keuangan & sistem informasi, pengantar auditing & asuransi, dan akuntansi pelaporan keuangan.

Kedua, ujian tingkat profesional dengan mata ujian yang diujikan terdiri dari audit, asurans & etika, akuntansi & pelaporan keuangan lanjutan, akuntansi manajemen, manajemen keuangan & teknologi informasi, strategi bisnis & perpajakan lanjutan, manajemen tisiko, dan tata kelola & pengendalian internal. Ketiga, Sertifikasi Perikatan Rekan AP dengan mata ujian yang diujikan seperti auditing & assurance lanjutan, dan ujian komprehensif. (Des)